MUI Minta Umat Islam Tenang, Polisi: Pelaku Emosi Dituduh Tukang Lapor

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR -- Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Makassar angkat bicara pasca viralnya pelemparan Alquran oleh IN.

Ketua MUI Kota Makassar, KH Baharuddin HS, mengatakan, kondisi pelaku saat kejadian harus didalami oleh aparat kepolisian. Sadar atau tidaknya pelaku saat itu mesti diusut untuk memastikan bahwa kasus itu masuk kategori menista agama.

"Ketika ia melempar, apakah dia sadar atau (dalam) emosi. Itu masalahnya," katanya.

MUI Makassar pun sudah berkoordinasi dengan MUI Kecamatan se-Kota Makassar. Bahwa masalah ini sudah ditangani kepolisian. KH Baharuddin meminta agar umat Islam tenang. "Jadi kami ingin tidak ada lagi yang melakukan semacam demo atau apa pun," kata Baharuddin, Jumat (10/7/2020).

Pihaknya kini memercayakan penyidik Sat Reskrim Polres Pelabuhan untuk lebih mendalami kasus tersebut. Namun, di depan awak media, pelaku IN menangis dan bercucuran air mata.

Dia menyesali perbuatannya. Tak menyadari akan mendekam di balik jeruji besi. "Itulah barangkali kekeliruan yang bersangkutan," kata Kapolda Sulsel, Irjen Pol Mas Guntur Laupe.

Perwira dua bintang ini menyebut, pelaku khilaf. Dari perbuatannya, pelaku langsung diamankan ke Polsek Wajo, lalu diserahkan ke Polres Pelabuhan oleh keluarganya.

"Tentu karena khilafnya yang bersangkutan, makanya kami amankan dan diproses," pungkas Guntur.

Untuk diketahui, Emosi IN memuncak karena kerap dituding warga di sekitar tempat tinggalnya sebagai bantuan polisi (banpol). Dia diduga melaporkan aktivitas judi warga ke polisi.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Muhammad Nursam


Comment

Loading...