Pemerintah Pusat Setop Penerimaan CPNS, Pemprov Khawatir Kekurangan Tenaga Pendidik

Ilustrasi guru sebagai masa depan Indonesia-- jawa pos

FAJAR.CO.ID,MAKASSAR– Belum lama ini, Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB), Tjahjo Kumolo, mengatakan selama dua tahun ke depan penerimaan CPNS akan ditiadakan, kecuali untuk penerimaan sekolah kedinasan, kepolisian dan militer.

Melihat kebijakan pemerintah pusat, Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah justru khawatir pada sektor pendidikan. Pasalnya tenaga pendidik di Sulsel mulai banyak yang pensiun.

“Saya kira guru tidak boleh dikurangi, karena yang pensiun itukan banyak,” ucapnya.

Bahkan Nurdin Abdullah sepakat, bahwa guru tidak boleh dikurangi. “Makanya ini mungkin yang lagi dibuat kajian. Karena kalau saya, setuju, guru tidak boleh kurang,” bebernya.

Selain itu, saat dikonfirmasi terkait kekhawatiran terganggunya kinerja birokrasi khususnya di lingkup Pemprov. Ia mengaku tidak terganggu sama sekali, justru mengefektifkan kinerja pemerintahan.

“Mungkin kebijakan itu, lebih mengefektifkan kerja pemerintah. Karena pekerjaan itu yang biasa dikerjakan lima orang, bagaimana supaya dikerjakan oleh dua orang cukup,” tandas Mantan Bupati Bantaeng itu.

Menurutnya, penundaan penerimaan CPNS hingga 2 tahun kedepan, disebabkan karena berbagai faktor, misalnya terkait kemampuan anggaran daerah di tengah pandemi. Dievaluasinya kembali pola kerja pasca pandemi Covid 19 serta diprioritaskan personil yang memiliki keterampilan dan dibutuhkan oleh pemerintah.

Sementara, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sulsel, Imran Jausi mengkhawatirkan hal yang sama. Ia berharap ada solusi dari pemerintah pusat terkait pengurangan tenaga kerja di sektor pendidikan dan kesehatan.

KONTEN BERSPONSOR

Komentar