Polda Monitor Proyek RSUD Syekh Yusuf, ACC Desak Penegak Hukum Bergerak

Dipantau Polda. Suasana gedung perawatan RSUD Syekh Yusuf Gowa, Rabu, 8 Juli. Polda Sulsel memantau proyek gedung berlantai 7 tersebut lantaran diduga bermasalah. (nurhadi/fajar)

FAJAR.CO.ID, GOWA– Proyek pembangunan gedung perawatan RSUD Syekh Yusuf terus menuai sorotan. Polda Sulsel mulai mengendus kejanggalannya.

Proyek yang menelan anggaran Rp118,4 miliar tersebut tak hanya sekadar dikuasai dua perusahaan, satu pemilik saja.

Akan tetapi, PT Te’ne Jaya dan PT Harfia Graha Perkasa juga tidak memasang papan informasi terkait ketahanan bangunan,anggaran, dan rekanannya.

Kasubdit Tipikor Polda Sulsel, Kompol Rosyid Hartanto, mengatakan, kegaduhan pembangunan gedung perawatan RSUD Syekh Yusuf mulai dimonitor. Pihaknya berjanji akan mengusut kejanggalan proyek tersebut. “Sudah dimonitor,” katanya singkat, Kamis, 9 Juli.

Peneliti Lembaga Anti Corruption Commite (ACC) Sulsel, Ayie Asrawi, mengatakan, perusahaan pemenang tender harusnya ditracking.

Apakah perusahaan itu pernah bermasalah atau tidak. Hal itu tentunya ada pada catatan hitam. “Kalau masuk daftar hitam, tidak bisa menang tender,” ungkapnya.

PT Te’ne Jaya yang disebut diduga memiliki catatan buruk dalam pekerjaan proyek di daerah lain. Seharusnya jauh hari diketahui pihak Unit Layanan Pengadaan (ULP). Jika tidak, wajar jika disebut ada dugaan deal-deal dalam tender proyek ini.

“Melalui pemberitaan ini, saya kira penegak hukum ini bisa melihat proyek ini untuk mengendus modus pembangunan begini.Bukan cuma satu dua kasus beginian. Minimal ful baket untuk memulai penyelidikan,” bebernya

Ia juga menyebut, pengawas proyek tidak boleh melakukan pembiaran. Diperlukan pengerahan petugas untuk menguak kejanggalan pekerjaan proyek tersebut.

Komentar

Loading...