Anies Baswedan: Reklamasi Ancol untuk Hindari Banjir, Teluk Jakarta Berorientasi Bisnis

Anies Baswedan. (int)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, buka suara terkait polemik reklamasi Ancol. Anies menjelaskan, apa yang terjadi di Ancol sangat berbeda dengan reklamasi Teluk Jakarta yang telah ia hentikan pengerjaannya.

"Yang terjadi di kawasan Ancol berbeda dengan reklamasi yang alhamdulillah sudah kita hentikan dan menjadi janji kita pada masa kampanye itu," papar Anies dalam keterangan persnya, Sabtu (11/7/2020).

Mantan Mendikbud itu menyebut, reklamasi Ancol justru untuk melindungi warga Jakarta dari ancaman banjir. Sementara, reklamasi 17 pulau di Teluk Jakarta bukanlah proyek untuk menghalau banjir tetapi berorientasi pada bisnis belaka.

"Jadi ini adalah sebuah kegiatan untuk melindungi warga Jakarta dari bencana banjir. Ini berbeda dengan proyek reklamasi yang sudah dihentikan itu. Itu bukan proyek untuk melindungi warga Jakarta dari bencana apapun. Di sana ada pihak swasta berencana membuat kawasan komersial, membutuhkan lahan, lalu membuat daratan, membuat reklamasi," tegasnya.

Menurutnya, banjir Jakarta disebabkan salah satunya adanya waduk dan sungai yang mengalami pendangkalan atau sedimentasi.

"Ada 13 sungai, kalau ditotal panjangnya lebih dari 400 km. Ada lebih dari 30 waduk dan secara alami mengalami sedimentasi. Karena itulah kemudian, waduk dan sungai itu dikeruk terus-menerus. Dan lumpur hasil kerukan itu dikemanakan? Lumpur itu kemudian ditaruh di kawasan Ancol," tutur Anies.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Muhammad Nursam


Comment

Loading...