Dilaporkan Keluarga, Kakek Renta Jadi Pesakitan

Ketut Sarja duduk di kursi roda saat sidang perselisihan kasus tanah dengan keluarganya di PN Denpasar kemarin (Adrian Suwanto/Radar Bali)

FAJAR.CO.ID,BALI– Seorang kakek yang hidup sendiri, I Ketut Sarja, 70, menjadi pesakitan di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar.

Ironisnya, dalam keadaan sakit dan berada di atas kursi roda, Sarja harus menghadapi keluarganya sendiri. Ia dilaporkan kakak kandung dan keponakannya sendiri.

Dia dituding telah memalsukan surat pernyataan penguasaan fisik bidang tanah (surat sporadik), saat mengajukan permohonan Program Proyek Operasi Nasional Agraria (Prona) atau Pendaftaran Tanah Sistimatis Lengkap (PTSL) pada 2017 silam.

Dengan kondisi sakit dan fisik yang renta, Sarja harus menghadiri sidang maraton dua kali seminggu. Ia didampingi penasihat hukumnya I Wayan Wija dan I Komang Sutrisna.

Terdakwa sempat sakit saat awal-awal sidang dan terjatuh saat mulai sidang pertama Maret lalu.

Menurut Sutrisna, Sarja ingin membuktikan tanah yang disertifikatkan adalah tanah warisan keluarganya.

Sarja adalah ahli waris satu-satunya. Sedangkan kakak kandung perempuannya sudah kawin keluar. Demikian juga keponakannya.

“Kami di sini hanya mendampingi Pak Sarja. Beliau yang sakit-sakitan ingin mendapat keadilan,’’ tutur Sutrisna diwawancarai sebelum sidang, Kamis (10/7).

Sementara jaksa penuntut umum (JPU) DI Rindayani mendakwa terdakwa dengan dua dakwaan. Dakwaan pertama yaitu Pasal 263 ayat (1) dan dakwaan kedua Pasal 266 ayat (1) KUHP.

Dengan ancaman dakwaan tersebut, kakek renta ini terancam pidana penjara paling lama tujuh tahun.

KONTEN BERSPONSOR

Komentar