Dilaporkan Keluarga, Kakek Renta Jadi Pesakitan

Ketut Sarja duduk di kursi roda saat sidang perselisihan kasus tanah dengan keluarganya di PN Denpasar kemarin (Adrian Suwanto/Radar Bali)

Sidang sendiri sudah memasuki pemeriksaan saksi-saksi. Tanah yang disengketakan tersebut terletak di Jalan Ratna, Gang II Nomor 7 Denpasar.

Dari saksi-saksi yang dihadirkan di depan persidangan, Saksi Kepala Lingkungan, Kelian Banjar Pagan Kaja dan ahli waris pemilik tanah, membenarkan bahwa tanah tersebut dibeli oleh ayah terdakwa yang bernama I Made Rai.

Terdakwa pun disebutkan tinggal di tanah tersebut sampai ayahnya itu meninggal dunia. Saksi dari BPN Denpasar, juga mengungkapkan bahwa anak pelapor pernah mengajukan pemblokiran sertifikat.

Namun, ketika dipanggil untuk melakukan klarifikasi tiga kali berturut-turut tidak pernah hadir. BPN Kota Denpasar akhirnya menyatakan Sertifikat Hak Milik (SHM) atas nama I Ketut Sarja dalam program PTSL dinyatakan sah dan blokir dicabut.

Saksi yang hadir sebagai saksi adalah Perbekel Desa Sumerta Kauh, Wayan Sentana yang menyatakan bahwa tanah yang dimohonkan prona oleh Sarja berdasar waris.

Hal itu didapat dari informasi yang dilaporkan pejabat banjar dan saksi-saksi. Katanya, semua persyarakatan sudah dipenuhi.

Termasuk surat sporadik tersebut, sehingga BPN memprosesnya jadi sertifikat. Setelah diumumkan di kantor desa dan disampaikan ke masyarakat.

“Tidak ada keberatan, sampai akhirnya sertifikat keluar. Saya tahu ada konflik ketika diminta jadi saksi di Polda Bali,’’ beber saksi.

Saksi lainnya, adalah Wayan Suanda, adik ipar dari pelapor Ni Made Sadri. Dijelaskan, setelah kakaknya I Nyoman Arnawa menikah dengan pelapor, mereka tinggal bersama mertuanya (Made Rai) di Banjar Pagan, Denpasar.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...