Politisi Gerindra Bandingkan Respons Polisi Atas Laporan Denny Siregar dan Laporan Ravio Patra

Habiburokhman (Foto via Instagram?

FAJAR.CO.ID,JAKARTA-- Hanya dalam waktu 24 jam, Polri meringkus pelaku pembobol data pribadi Denny Siregar. Denny membuat laporan kepolisian pada Kamis 9 Juli, pelaku kemudian diringkus pada Jumat (10/7) malam.

Ini artinya, hanya dalam sehari, kepolisian mengungkapkan kasus pembobol data pribadi Denny Siregar.

Pelaku berinisial FPH. Dia ternyata pegawai di Telkomsel. FPH diduga telah mengambil data secara ilegal terhadap data pelanggan operator Telkomsel. FPH disebut bekerja sebagai karyawan outsourcing GraPARI di Rungkut, Surabaya. Dia diduga membobol data pribadi Denny Siregar dan kemudian diberikan ke akun Opposite6890 untuk disebar luaskan.

Respon cepat kepolisian terhadap laporan Denny Siregar dikomentari oleh Politikus Partai Gerindra, Habiburakhman. Ia menilai bahwa polisi menebang pilih dan memproses kasus. Dia pun membandingkan kasus peretasan akun WhatsApp (WA)yang dialami oleh aktivis Ravio Patra. Kasus peretasan WA ini, dilaporkan pada tanggal 27 April 2020.

“Pembobolan data pribadi Deny Siregar dilaporkan tanggal 8 Juli 2020. Terduga pelaku ditangkap tanggal 9 Juli 2020 (hanya satu hari). Peretasan akun WhatsApp Ravio Patra dilaporkan tanggal 27 April 2020, kapan pelakunya bisa ditangkap ? Apa yg membedakan dua kasus itu,” ujar Habiburokhman melalui akun twitternya, Sabtu (11/7).

Ia pun meminta kepolisian aga menciptakan Equality Before The Law atau kesetaraan hukum. “Siapapaun yang melanggar hukum memang harus ditangkap. Tapi satu PR besar penyelenggara negara di bidang hukum adalah bagaimana mewujudkan Equality Before The Law.” Cuitnya.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Edy Arsyad


Comment

Loading...