Bandel Tak Pakai Masker, Ada yang Beralasan Buru-buru ke Tempat Kerja

Keluyuran tak pakai masker-- fajar

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR -- Sosialisasi Peraturan Wali Kota (Perwali) No.36 Tahun 2020 dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar sebelum efektif diberlakukan besok, Senin, (13/7/2020).

Sosialiasi tersebut dilakukan di perbatasan Gowa - Makassar, Jalan Sultan Alauddin sore tadi, Minggu (12/7/2020).

Selain melakukan sosialisi tentang pemberlakuan Surat Keterangan (Suket) bebas covid, Pemkot juga melakukan razia terhadap masyarakat yang melanggar protokol kesehatan.

Beragam sanksi diberikan bagi mereka yang melanggar protokol kesehatan seperti tidak memakai masker. Di antaranya langsung disuruh push up.

Kasatpol PP Kota Makassar, Iman Hud mengatakan, sanksi tersebut merupakan salah satu sanksi sosial untuk memberikan efek jera kepada masyarakat yang masih bandel.

"Kita berikan mereka sanksi sosial, namun kita juga sesuaikan dengan kondisi masyarakatnya. Kalau mereka sudah tua tidak mungkin kita suruh push up," kata Iman, Minggu (12/7/2020).

Namun, menurut Iman, tingkat kepatuhan masyarakat Kota Makassar semakin hari semakin baik. Hal itu dibuktikan dengan kurangnya pelanggar yang terjaring razia. Berbeda dengan bulan lalu.

"Secara umum bahwa mereka paham wajib pakai masker karena sosialisasi kan sudah dari tiga bulan lalu. Tadi alasannya mereka tidak pakai masker karena lupa, atau jatuh. Intinya mereka sudah tahu lah," ucap Iman.

Sementara itu, Tahir salah seorang pelanggar mengaku sudah tahu dengan aturan wajib pakai masker. Namun, dirinya tak memakai masker lantaran sedang buru-buru ke tempat kerja.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Hamsah umar


Comment

Loading...