Ekspor Ikan Sunu dan Lobster Lesu di Tengah Pandemi

Pengusaha Ikan dan lobster, Haji Abu Huraerah saat ditemui di Pulau Saugi, beberapa waktu lalu-- sakinah/fajar

FAJAR.CO.ID, PANGKEP -- Letaknya tak terlalu jauh dari Pelabuhan Maccini Baji, Kecamatan Labakkang. Cukup menumpangi kapal rakyat sekitar 10 menit. Tibalah di Dermaga Pulau Saugi, Desa Mattiro Baji, Kecamatan Liukang Tupabiring.

Pengunjung bakal dijemput dengan puluhan keramba di tepi dermaga itu. Ada yang berisi lobster ada juga yang berisi ikan sunu ukuran jumbo. Itu dikelola langsung oleh nelayan sekitar, pemiliknya bernama Haji Abu Huraerah, pengusaha asli Pulau Saugi, kediamannya pun terletak tepat di depan Dermaga Pulau Saugi itu. Pulaunya bersih, dikelilingi hamparan pasir putih.

Beberapa pulan terkahir ini sejak pandemi melanda, budi daya ikan sunu dan lobsternya pun lesu, pembeli berkurang sejak pandemi Covid-19, waktu itu juga ada kunjungan dari CEO JNE, mereka melihat-lihat budi daya ikan sunu dan lobster milik Abu Huraerah.

Abu Huraerah menyampaikan, sebelum pandemi melanda, ikan hasil panennya beserta lobster diekspor ke China hingga Amerika Serikat. Namun, sejak pandemi pembeli kurang, pasar ekspor lesu. Itu yang dikeluhkan sembari menatap laut lepas tampak dari dekat terlihat Pulau Camba-cambang.

Padahal dalam satu kali panen itu, bisa menghasilkan hingga berton-ton ikan sunu dan lobster, dalam satu keramba bisa menghasilkan 500 ekor ikan, ada 30 keramba di tepi dermaga itu.

Biasanya juga dalam lima bulan masa panen, diraup hasil panen hingga 3 ribu ekor ikan sunu ukuran jumbo, pasarnya memang ekspor, namun sejak pandemi terpaksa dipasarkan lokal saja.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Hamsah umar


Comment

Loading...