Strategi Perbankan Indonesia Bertahan di Tengah Pandemi Covid-19

ILUSTRASI. (int)

FAJAR.CO.ID -- Pandemi Covid-19 telah membawa banyak perubahan dalam lanskap strategi perbankan nasional. Mereka pun berlomba untuk bertahan dengan menjalankan sejumlah strategi.

“Pandemi Covid-19 sudah mengubah perilaku nasabah dari cara konvensional ke mobile banking,” ujar Abdullah Firman Wibowo, Direktur Utama BNI Syariah, dalam Seminar Daring Business Leadership Series bertajuk New Challenges in Banking and Financial Institution During and Post Covid-19, Sabtu (11/7/2020).

Kegiatan diskusi ini merupakan rangkaian webinar yang diinisiasi oleh Kafegama MM. Rencananya, kegiatan ini akan digelar selama 12 kali dengan tema yang berbeda-beda.

Ia menilai, membangun ekosistem digital menjadi obat mujarab untuk keberlanjutan perbankan Indonesia selama dan pasca pandemi Covid-19. BNI Syariah pun sudah menyiapkan uang elektronik yang disimpan di dalam server bernama HassanahKu. Selain itu ada juga aplikasi employee apps, Hassanah Onlihn, dan Wakaf Hassanah.

Menurut Abdullah, menghadapi pandemi Covid-19 harus siap dengan perubahan. Ada tiga nilai dari perubahan, yakni adaptasi, adopsi, dan kolaborasi.

“Kalau ingin maju, harus cinta produk Indonesia, mencintai perbankan Indonesia, termasuk perbankan syariah,” ucapnya.

Ia memaparkan pembangunan ekosistem digital di era pandemi Covid-19 juga diikuti dengan sejumlah langkah, seperti, tetap menerapkan protokol kesehatan, transaksi pemasaran digital, work from home (WFH), split and partial operation, serta berusaha menjaga kualitas aset ketimbang pertumbuhannya.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Muhammad Nursam


Comment

Loading...