Wujudkan Indonesia Emas 2045, Ini Catatan Sandiaga Uno

Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Sandiaga Salahudin Uno mengingatkan, bonus demografi yang terjadi di Indonesia tersebut bisa menjadi bencana demografi bila tidak ada langkah antisipasinya. (dok RIB)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Indonesia diprediksi akan mengalami masa bonus demografi. yakni fase dimana jumlah penduduk usia produktif berusia 15-64 tahun lebih besar dibandingkan penduduk usia tidak produktif pada pada 2030 mendatang.

Berdasarkan data Bappenas, jumlah penduduk usia produktif ini diprediksi mencapai 64 persen dari total jumlah penduduk yang diproyeksikan sebesar 297 juta jiwa.

Karena itu, Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Sandiaga Salahudin Uno mengingatkan, bonus demografi yang terjadi di Indonesia tersebut bisa menjadi bencana demografi bila tidak ada langkah antisipasinya. Salah satu yang harus dipersiapkan dari sekarang menurut Sandi adalah investasi di dunia pendidikan.

Sandi memaparkan bahwa penduduk Indonesia yang tahun 2019 ini berusia 7 tahun, rata-rata mereka berharap bisa mengikuti pendidikan 12 tahun atau hanya hanya lulusan SMA- sederajat.

“Bonus demografi itu akan berubah menjadi bencana demografi kalau kita tidak bisa mengubah bahwa mayoritas anak usia 7 tahun ini cuma dapat pendidikan 12 tahun kedepan,” kata Sandi dalam keterangan tertulisnya pada JawaPos.com (grup fajar.co.id).

Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta ini berharap pemerintah dan semua pihak benar-benar memikirkan masa depan mereka, sehingga bonus demografi menjadi peluang dan cita-cita Indonesia Emas 2045 terwujud.

“Mereka harus dapat kesempatan pendidikannya minimal sampai S1 (sarjana) selesai, dan sebagian S2 (magister) dan akhirnya S3 (doktor). Jadi bonus demografi itu bisa jadi bencana kalau kita gak invest di pendidikan. Jadi kita harus berikan kesempatan mereka untuk mendapatkan pendidikan yang lebih tinggi,” harap Sandi.

Komentar

Loading...