Covid-19 Lebih Mudah Menular di Ruang Tertutup

Pasien dirawat di ruang isolasi. (Robertus Risky/JawaPos)

FAJAR.CO.ID,SURABAYA-–Sejak awal Juli, publik dihebohkan dengan WHO yang merilis bahwa virus Covid-19 bisa menular via udara. Bukan hanya membuat takut, masyarakat juga merasa panik.

Direktur Utama RS Islam Ahmad Yani sekaligus Wakil Ketua Perhimpunan Rumah Sakit Indonesia (Persi) Samsul Arifin mengatakan, masyarakat tidak perlu panik dan ketakutan. Sebab menurt dia, virus cuma bisa tersebar di ruangan tertutup. Apalagi yang tidak memiliki sirkulasi udara cukup.

Sehingga, Samsul merekomendasikan ruang kerja di era new normal ini untuk membuka jendela atau mengganti AC dengan kipas angin. ”Selain hemat listrik, pertukaran udara juga lebih mudah. Virus yang terbawa dari luar nggak tinggal lebih lama di dalam ruangan,” ungkap Samsul yang juga menjadi Wakil Ketua Arsinu (Asosiasi Rumah Sakit Nahdlatul Ulama) itu.

Jumlah penderita Covid-19 yang terus meningkat juga membuat ruang isolasi semakin sulit dibuat. Salah satu faktor yang membuat ruang isolasi menjadi langka dan cukup mahal karena harus ada sirkulasi udara. Dalam ruang isolasi, harus ada alat yang bisa membunuh semua bakteri jahat.

”Tentu hal itu cukup mahal. Makanya, menurut saya langkah tepat adalah patuh pakai masker. Pakai masker kan jadi upaya pencegahan paling pertama di samping menjaga jarak dan nggak menyentuh mata, hidung, dan wajah,” ungkap Samsul.

Samsul mengapresiasi masyarakat yang terus meningkat kesadaran memakai masker. ”Menghadapi Covid-19 ini ibarat naik kapal. Kalau cuma nahkoda yang gerak dan kerja, nggak akan bisa bergerak. Semua komponen harus bergerak. Kalau cuma merasa takut sama hoaks tapi nggak melakukan apapun, ya percuma,” ujar Samsul. (JPC)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Edy Arsyad


Comment

Loading...