KPPU Endus Dugaan Monopoli Proyek RSUD Syekh Yusuf Gowa

Warga melintas di depan RSUD Syekh Yusuf Gowa. (Nurhadi/FAJAR)

FAJAR.CO.ID, GOWA-- Proyek gedung perawatan RSUD Syekh Yusuf diduga dimonopoli. Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) sudah memonitor.

PT Te'ne Jaya berhasil keluar sebagai pemenang tender sebanyak tiga kali. Dimulai Agustus 2017 dengan anggaran Rp19,2 miliar, pada 2019 anggaran Rp20 miliar, dan 2020 kelola anggaran Rp39,8 miliar, dikendalikan Sahar Sewang.

Pada perusahaan itu, Sahar Sewang sebagai komisaris. Ternyata, ia juga komisaris di PT Harfia Graha Perkasa. Perusahaan yang juga ikut lelang tender di proyek yang sama sejak 2017-2020.

Bahkan, PT Harfia sempat menang tender pada 2018, dengan anggaran Rp39,4 miliar. Hal ini membuat sejumlah pihak menduga ada persekongkolan.

Ketua Lingkar Advokasi Rakyat, Hendrianto Jufri, mengatakan, penguasaan tersebut jelas melanggar Perpres No 16 Tahun 2018 tentan pengadaan barang dan jasa. Tertuang pada pasal Pasal (7) poin (1) e dan poin (2) a.

Poin 1 e itu disebutkan, menghindari dan mencegah terjadinya pertentangan kepentingan pihak yang terkait, baik secara langsung maupun tidak langsung, yang berakibat persaingan usaha tidak sehat dalam pengadaan barang atau jasa.

Maksud dari point 2a lanjutnya, disebutkan direksi, dewan komisaris, atau personel inti pada suatu badan usaha, merangkap sebagai direksi, dewan komisaris, atau personel inti pada badan usaha lain yang mengikuti tender atay seleksi yang sama.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Adi Mirsan


Comment

Loading...