Legislator Makassar Ditetapkan Tersangka, Jadi Penjamin Jenazah Covid-19 Dibawa Pergi

Kombes Pol Ibrahim Tompo

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Oknum anggota DPRD Kota Makassar resmi ditetapkan tersangka. Dia adalah Andi Hadi Ibrahim Baso.

Status hukum legislator dari fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu naik setelah menjaminkan pasien Covid-19 hingga dibiarkan dibawa pergi dari rumah sakit.

Pasien tersebut diketahui meninggal dunia dengan status PDP di RSUD Daya, Kota Makassar pada Juni 2020 lalu. Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Ibrahim Tompo membenarkan penetapan tersebut terhadap Andi Hadi.

“Sudah di tetapkan tersangka polisi melakukan gelar perkara Jumat kemarin,” katanya kepada wartawan, Senin (13/7/2020).

Dia tak sendiri. Andi Hadi ditetapkan tersangka bersama rekannya, Andi Nur Rahmat yang membawa jenazah tersebut dari rumah sakit menggukan mobil dan dimakamkan tanpa protokol Covid-19.

“Andi Nur Rahmat juga ditetapkan tersangka,” tambah perwira tiga melati ini.

Keduanya pun diancam dengan Pasal 214 (1), 335, 336, 55 KUHP, jo Pasal 93 UU Nomor 6/2018, tentang karantina kesehatan.

“Ancaman hukuman tujuh tahun penjara,” tegasnya.

Kasus pengambilan paksa jenazah positif Covid-19 di RSUD Daya jadi sorotan di aparat kepolisian. Salah satu oknum anggota dewan, justru menjamin dirinya dalam peristiwa itu.

Saat itu, pihak rumah sakit tak bisa apa-apa setelah melihat surat penjaminan dari Andi Hadi Baso Ibrahim, sang anggota DPRD Makassar itu.

KONTEN BERSPONSOR

Komentar