Pegawai UPT P2TP2A Lampung Timur Pelaku Pemerkosaan Anak Ditahan Polisi

Kabidhumas Polda Lampung Kombespol Zahwani Pandra Arsyad. (Damiri/Antara)

FAJAR.CO.ID,LAMPUNG--Polda Lampung menahan oknum pegawai UPT P2TP2A Kabupaten Lampung Timur terkait perkara dugaan pemerkosaan anak di bawah umur yang dititipkan di UPT P2TP2A setempat.

”Belum sampai sepekan, Polda Lampung telah menahan pelaku. Penahanan dimulai sejak Sabtu (11/7),” kata Kabidhumas Polda Lampung Kombespol Zahwani Pandra Arsyad seperti dilansir dari Antara di Bandarlampung pada Senin (13/7).

Dia melanjutkan, terduga pelaku pemerkosaan kooperatif sehingga dapat memenuhi panggilan penyidik untuk dilakukan penahanan dan penyidikan lebih lanjut. ”Saat ini masih kita dalami lebih lanjut, karena terduga baru kita tahan. Nanti dikembangkan,” kata Zahwani Pandra Arsyad.

Pandra menambahkan, untuk pelaku dikenakan Undang-Undang No. 23 Tahun 2014 dan Undang-Undang No.17 Tahun 2016. Ancaman penahanan untuk pelaku selama 15 tahun. ”Ancaman paling berat, jika terbukti pelaku akan diancam hukuman mati,” ujar Zahwani Pandra Arsyad.

Sebelumnya, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak I Gusti Ayu Bintang Darmawati Puspayoga meminta anggota Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2TP2A) Lampung Timur yang diduga melakukan kekerasan seksual kepada anak segera dipecat dan ditindak tegas sesuai peraturan dan perundang-undang yang berlaku.

Dia juga meminta Bupati Lampung Timur Zaiful Bokhari untuk segera menonaktifkan pelaku dari P2TP2A Lampung Timur karena diduga melakukan perkosaan kepada anak korban kekerasan seksual yang seharusnya dia lindungi. Sebagai anggota P2TP2A Lampung Timur yang seharusnya melindungi korban, pelaku bisa diancam dengan pemberatan hukuman sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Perlindungan Anak.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Edy Arsyad


Comment

Loading...