Ubur-ubur Menyerang di Pantai Parangritis, Ini Kondisi Korbannya

Senin, 13 Juli 2020 13:48

Pengunjung Pantai Parangritis mendapat pengobatan oleh Tim SAR. Foto: SAR Parangritis

FAJAR.CO.ID, YOGYAKARTA — Dibukanya Pantai Parangritis, Yogyakarta, untuk berwisata setelah penutupan sambut era new normal, membuat antusiasme wisatawan meningkat signifikan.

Namun nasib nahas menimpa para pengunjung. Lagi asyik bermain di bibir pantai, ratusan orang tiba-tiba diserang kawanan ubur-ubur, Minggu.

Ubur-ubur menyengat kulit pengunjung hingga terasa terbakar. Satu dari sejumlah korban mengalami sesak napas, terpaksa dilarikan ke klinik terdekat.

“Hingga siang ini ada sekitar 110 orang yang tersengat,” ungkap Koordinator Search And Rescue (SAR) wilayah V Parangtritis Ali Sutanto kepada Radarjogja.

Satu korban yang mengalami sesak napas sudah tertangani dan telah dikembalikan ke rombongan wisatawan. Ali mengatakan, mayoritas korban tersengat pada pukul 12.00 WIB siang.

Seketika air laut dalam keadaan pasang. Begitu ada ombak besar, dibarengi angin tertiup kencang dari selatan, membawa ubur-ubur ke tepian “Nah kena yang sedang mandi. Korbannya anak-anak hingga orang dewasa,” ucap Ali.

Dikatakan, sejak dia bertugas pada pagi hari, belum ada temuan pengunjung tersengat ubur-ubur. Sehari sebelumnya juga dikatakan nihil korban.

Untuk penanganan dan penjagaan khusus Sabtu dan Minggu dikerahkan 60 personel terdiri atas SAR dan Ditpolairud. Beragam imbauan dan teguran telah disampaikan. Agar pengunjung tak mandi di laut karena musim ubur-ubur.

Kendati demikian, banyak pengunjung tak mengindahkan imbauan. Makin siang justru makin ramai orang mandi di laut. “Musim-musim seperti ini kami sering kehabisan stok obat-obatan. Jika kunjungan banyak, yang kena juga semakin banyak,” ucapnya.

Bagikan berita ini:
3
1
4
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar