Aksa Mahmud, Tumbuh dari Semangat Pantang Menyerah

  • Bagikan

Kemudian pada 1980, seperti yang terdapat dalam laman tokohindonesia, Aksa mendapat tawaran Mitsubishi untuk menjadi agen penyalur di Indonesia Timur. Dari sinilah ia mengubah nama perusahaannya menjadi Bosowa. Sebab, awalnya Krama Yudha Tiga Berlian (KTB) sebagai distributor Mitsubishi di Indonesia memberikan isyarat, kalau ingin menjadi agen Mistubishi harus ada nama Tiga Berlian-nya.

Aksa menyampaikan tiga berlian di Sulawesi Selatan itu adalah tiga kerajaan, yaitu Bone, Sopeng dan Wajo, disingkat Bosowa. Jadi tiga kerajaan Bugis itu disebut berlian karena tidak pernah perang. Bone unggulmemerintah, Soppeng terkenal sebagai produsen, Wajo latar belakangnya adalah pengusaha.

Usulan tersebut disetujui. Aksa pun mendirikan PT Bosowa Berlian Motor. Bisnis agen Mitsubishi ini berkembang dan Bosowa menjadi agen penyalur di 13 provinsi bagian timur Indonesia. Aksa betul-betul menerima kepercayaan dari pihak Jepang.

Dari titik ini kekayaan Aksa bertambah. Hingga sekarang, penghasilan dari industri otomotif menyumbang 35% pemasukan bagi Bosowa Corporation. Kini, PT Bosowa Motor tak hanya menjadi agen Mitsubishi, tapi jugamenjadi agen distribusi mobil Mercedez Bens untuk Indonesia Timur.

Pada 1995, Bosowa membangun pabrik semen di Bantimurung, Maros, pinggiran Makassar. Perusahaan itu bernama PT Semen Bosowa Maros dengan kapasitas produksi 1,8 juta ton per tahun.

Namun, pendirian pabrik itu sempat terkendala oleh krisis ekonomi 1998. Akhirnya proyek itu berjalan setelah melewati tahun krisis itu dengan nilai aset sebesar Rp3 triliun. Ada 80 persen produksi diperuntukkan bagi pasar dalam negeri, sementara 20 persen sisanya diekspor ke Filipina dan Afrika.

  • Bagikan