Aksa Mahmud, Tumbuh dari Semangat Pantang Menyerah

  • Bagikan

Deretan kesuksesan yang dicatat aksa dari upaya keluar dari zona nyaman ini pun berujung pada predikat salah satu orang terkaya di Indonesia.

Majalah Forbes pada September 2006 bahkan pernah merilis, Aksa Mahmud berada pada peringkat ke-28 dari 40 orang terkaya di Indonesia dengan kekayaan $195 juta. Aksa Mahmud meraih semua itu bukan karena faktor kebetulan. Tentu diiringi doa, kerja keras, semangat pantang menyerah, berani mengambil risiko dan berdiri di atas pondasi kejujuran. Namun, tidak sampai di situ, aktivis mahasiswa 1966 ini juga sadar betul bahwa matahari pasti akan tenggelam. Matahari tidak akan bersinar sehari penuh. Dalam pengertian, setiap orang akan berakhir masanya dan mau tidak mau akan digantikan dengan generasi selanjutnya.

Kiprah Politik

Masuk pada dunia politik, aktivis Pelajar Islam Indonesia (PII) 1962 ini tidak memiliki ambisi tertentu. Dunia politik, tidak lebih berdasarkan nalurinya yang sejak dulu aktif berorganisasi dan senang masuk dalam sistem untuk menyampaikan dan sekaligus menjadi penentu dalameksekusi kebijakan. Aksa Mahmud mulai bergabung dalam bidang politik sejak menjadi anggota MPR RI Fraksi Utusan Daerah pada medio 1999-2004. Kemudian berlanjut menjadi Anggota Dewan Perwakilan Daerah(DPD) mewakili Sulawesi Selatan periode 2004-2009.

Di bidang posisi politis pemerintahan, Aksa sebetulnya punya peluang. Setiap kali ditanya tentang keinginannya mengambil posisi politis, ia selalu mengatakan agar diberikan saja kepada yang lain asalkan memiliki kualifikasi dan kompetensi. Dengan meraih suara terbanyak saat maju sebagai anggota DPD RI, pada dasarnya merupakan modal politik untuk bersaing memperebutkan posisi penting, seperti bertarung dalamperebutan kursi Gubernur Sulawesi Selatan.

  • Bagikan