Arwani Thomafi: Menkeu Kita Sepertinya Pusing

Ketua Panja RUU Revisi UU ASN (Aparatur Sipil Negara) Arwani Thomafi -- jawa pos

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Ketua Panja RUU Revisi UU ASN (Aparatur Sipil Negara) Arwani Thomafi mengaku tidak paham dengan sikap Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.

Menghadapi masalah di luar honorer K2, cara kerja Sri Mulyani bisa cemerlang. Ketika menghadapi masalah penggajian honorer K2 yang sudah lulus PPPK (pegawai pemerintah dengan kerja), langsung pusing.

“Menkeu kita ini sepertinya pusing kalau dengar masalah honorer. Harus ada yang memberikan masukan kepada menkeu untuk memprioritaskan honorer,” kata Arwani kepada JPNN.com, baru-baru ini.

Saat kondisi masih normal, masalah honorer K2 dianggap sambil lalu. Pemerintah cuek dan enggan mengeluarkan anggaran untuk honorer K2. Apalagi ada musibah COVID-19, makin banyak alasan yang dibuat untuk menghindar.

“Pemerintah jangan perhitungan kepada honorer. Mereka sudah lama bekerja dan digaji murah,” ucapnya.

Arwani mengatakan, akan jadi momen penting bagi Presiden Joko Widodo bila mengangkat honorer menjadi aparatur sipil negara (ASN).

“Kalau bisa bangun infrastruktur dari Jakarta ke Jatim. Akan lebih baik lagi bisa memberikan kenangan bagi dunia pendidikan dengan menyelesaikan masalah honorer,” cetusnya.

Menurut politikus Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini, honorer juga SDM unggul karena mereka sudah terbukti bekerja. Pemerintah harus baca buku barokah. Harus ingat tentang keberkahan. Kalau mengangkat honorer jadi ASN akan memberikan berkah. Dan, ini belum dicoba saja sama pemerintah.”Pemerintah jangan pura-pura lupa mengirimkan daftar inventarisasi masalah (DIM). Jangan hanya saat membahas UU Cipta Kerja yang bersemangat. Kami menunggu niat baik pemerintah untuk menyelesaikan pembahasan RUU ASN yang saat ini sudah di tangan pemerintah,” tutupnya.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Hamsah umar


Comment

Loading...