Dahnil Anzar Simanjuntak: Food Estate Berfungsi Membantu Kementerian Pertanian

Juru Bicara Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Dahnil Anzar Simanjuntak -- jawa pos

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Juru Bicara Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Dahnil Anzar Simanjuntak menjelaskan alasan proyek food estate di Kalimantan Tengah digarap oleh kementeriannya bukan oleh Kementerian Pertanian.

Keputusan ini diambil berdasarkan Undang-undang Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara.

Pada pasal 6 dinyatakan, pertahanan negara diselenggarakan melalui usaha membangun dan membina kemampuan daya tangkal negara dan bangsa, serta menanggulangi setiap ancaman. Dahnil menyampaikan, Kemenhan memahami bahwa ancaman itu terdiri dari ancaman militer, nirmiliter, dan hibrida.

Sedangkan merujuk pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang mengutip peringatan organisasi pangan dan pertanian dunia PBB, FAO, bahwa ada potensi ancaman krisis pangan dunia pada masa yang akan datang. Hal itu seiring merebaknya pandemi Covid-19, atau pun krisis-krisis yang disebabkan karena faktor-faktor lainnya.

“Oleh sebab itu, perlu diantisipasi sedini mungkin agar kita tidak mengalami krisis pangan,” kata Dahnil kepada wartawan, Selasa (14/7).

Atas dasar itu, pemerintah menilai perlu menyiapkan cadangan pangan yang cukup di masa mendatang. Salah satu yang dibangun adalah pengembangan food estate di Kalimantan Tengah. Food Estate ini akan dikembangkan sebagai pusat pertanian pangan sebagai cadangan logistik strategis untuk pertahanan negara.

“Food Estate bukan program cetak sawah, namun pengembangan pusat pangan selain tanam padi juga akan dikembangkan pusat-pusat pertanian pangan lainnya, seperti singkong, Jagung, dll sesuai dengan kondisi lahan di sana,” jelas Dahnil.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Hamsah umar


Comment

Loading...