Hari Pertama Pembatasan Akses, 327 Melanggar, 50 Dirapid di Tempat

Petugas memeriksa suket bebas Covid-19 warga yang akan masuk ke Kota Makassar. (Ikbal/fajar.co.id)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR -- Masyarakat yang hendak keluar dan masuk Kota Makassar langsung dirapid di tempat, setelah Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar mengefektifkan penjagaan di perbatasan, Senin (13/7/2020).

Dari delapan perbatasan yang dijaga, sebanyak 327 pelanggar terjaring oleh petugas gabungan Pemkot Makassar. 50 di antaranya langsung dirapid tes di tempat dengan metode sampling.

Kepala Satuan Polisi (Satpol) PP Kota Makassar, Iman Hud mengatakan, 50 orang tersebut merupakan masyarakat yang hendak keluar Kota Makassar. Selain rapid, sejumlah pelanggar protokol lainnya diberikan sanksi push up.

“Yang kita rapid test orang yang keluar dari Makassar. Kalau orang yang ingin masuk itu rapid test di wilayahnya atau kabupaten/kotanya sendiri,”ujarnya, Senin (13/7/2020).

Penerapan sanksi ini berdasarkan Peraturan Wali Kota (Perwali) No 36 Tahun 2020 yang baru saja dikeluarkan Pemkot Makassar dalam menekan penyebaran Covid 19 di Kota Makassar. Salah satu poin yang ditekankan adalah pembatasan masyarakat yang ingin masuk dan keluar Kota Makassar.

Sementara itu, Pj Wali Kota Makassar, Rudy Djamaluddin mengatakan, jika masyarakat Makassar patuh, maka kasus Covid-19 di Sulsel akan bisa teratasi.

"Kita tahu bahwa Kota Makassar merupakan episentrum penyebaran covid 19 di Sulsel. Jika kita memperketat masyarakat yang ingin masuk Makassar, 80 persen kasus Covid Sulsel bisa di atasi," ucapnya.

Kedepan, Pembatasan pergerakan masyarakat ini akan berlaku 14 hari kedepan. Sebelum dievaluasi dan akan ditentukan diperpanjang atau tidaknya. (ikbal/fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Adi Mirsan


Comment

Loading...