Hindari Pemeriksaan, Banyak Pengendara Cari Jalan Alternatif

Pemeriksaan di perbatasan Kota Makassar dan Kab Gowa oleh petugas gabungan TNI-Polri, Satpol PP dan Dishub Kota Makassar dalam rangka menekan penyebaran Covid-19 dengan mengadakan pemeriksaan surat keterangan sehat nagi warga yang masuk dan keluar Kota Makassar Senin, 13 Juli -- TAWAKKAL/FAJAR

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR -- Akses keluar dan masuk Kota Makassar memang dijaga ketat. Khususnya di perbatasan. Jalan nasional. Tetapi, tidak di jalan-jalan alternatif. Sebut saja jalan tikus.

Pantauan FAJAR, Selasa, 14 Juli, pukul 11 Wita, banyak kendaraan dari Jalan Tun Abdul Razak memilih melalui Jalan Inspeksi Kanal lalu menuju Jalan Syekh Yusuf berbelok ke BTN Minasa Upa tembus ke Jalan Hertasning. Hanya mengindari petugas di Jalan Tun Abdul Razak- Hertasning.

Memang, petugas yang nge-pos di Jalan Tun Abdul Razak - Hertasning, cukup kewalahan memeriksa kendaraan yang melintas. Jumlah personelnya masih kurang dibandingkan kendaraan yang lalu lalang.

Pawas Percepatan Pengendalian Covid-19, AKP Edy Purwanto mengatakan, pengendara atau warga yang tidak menggunakan masker masih cukup banyak. Sejak pagi hari hingga menjelang petang ada 48 orang terpaksa ditindak.

Selain diberikan surat teguran, juga ada sanksi sosial dengan ucapan "Saya tidak menggunakan masker". Kalimat itu dikeluarkan dengan nada keras dan diulang 20 kali. Lalu diminta menyanyikan lagu Indonesia Raya.

"Hukuman ini diberikan biar selalu diingat dan tidak mengulangi lagi," katanya saat ditemui FAJAR, kemarin. Selain itu, ada juga warga yang harus menjalani pemeriksaan rapid test di tempat. Sebab, berdasarkan hasil pemeriksaan suhu badannya di atas 38 derjat celcius.

"Dari tiga orang yang dirapid itu ada satu orang reaktif," ungkapnya. Warga yang reaktif langsung ditangani petugas kesehatan terkait untuk diperiksa lebih lanjut. Termasuk diminta melakukan karantina mandiri.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Redaksi


Comment

Loading...