Jelang Vonis Pelaku Penyiraman Air Keras, Novel: Jangan Dipaksakan Mengondisikan Fakta

Novel Baswedan.

FAJAR.CO.ID,JAKARTA– Pelaku penyiraman air keras terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan, Rahmat Kadir Mahulette dan Ronny Bugis bakal menjalani sidang putusan pada Kamis (16/7) mendatang. Novel tak meyakini, kalau kedua oknum Brimob Polri itu pelaku penyerangan terhadapnya.

“Sehingga bila tidak ada kualifikasi bukti yang memadai maka harus dibebaskan. Jangan sampai wajah hukum semakin rusak dengan banyaknya kejanggalan dan masalah dalam proses hukum ini,” kata Novel dikonfirmasi, Selasa (14/7).

Mantan Kasatreskrim Polres Bengkulu ini menyebut, pada dasarnya menghukum orang harus dengan fakta obyektif berbasis alat bukti. Dia menilai, tidak bisa menghukum orang yang tidak berbuat salah, sekalipun kedua terdakwa menghendaki untuk di hukum.

“Jangan dipaksakan dengan mengkondisikan fakta atau mengada-adakan bukti persidangan, mestinya untuk menemukan kebenaran materiil, bukan untuk justifikasi atas dasar kepentingan agar ada pelaku,” sesal Novel.

Terdakwa kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan, Ronny Bugis dan Rahmat Kadir Mahulette telah dituntut hukuman satu tahun pidana penjara. Jaksa menilai, Ronny dan Rahmat terbukti melakukan penganiayaan berat terhadap Novel.

Jaksa menyebut kedua terdakwa tidak ingin menyiramkan air keras ke bagian wajah Novel. Menurut jaksa, kedua terdakwa hanya ingin menyiramkan cairan keras ke badan Novel untuk memberikan pelajaran.

Komentar

Loading...