Kata Satyo Purwanto, Ada Sinyal Politik di Balik Penugasan Jokowi kepada Prabowo Subianto

Presiden Jokowi dan Menhan Prabowo Subianto di sela ke Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Kamis (9/7). Foto-Foto dari Biro Pers Sekretariat Presiden

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Ekskutif Oversight of Indonesia's Democratic Policy Satyo Purwanto menangkap sinyal politik yang kuat, ketika Presiden Joko Widodo (Jokowi) menunjuk Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto untuk memimpin pengembangan lumbung pangan nasional.

Menurut Satyo, Prabowo menjelma sebagai menteri terpenting di Kabinet Indonesia Maju. Prabowo setia mendampingi Jokowi pada saat pemerintah menuai kritik publik terkait penanganan pandemi corona.

"Sinyal politik bahwa Prabowo kini adalah salah satu menteri utama dan kesediaannya menjadi die hard-nya Jokowi, di tengah merosotnya kepercayaan masyarakat kepada pemerintah akibat penanganan COVID-19 dan dampaknya yang morat-marit," ucap Satyo dalam pesan singkatnya kepada JPNN.com (grup fajar.co.id), Selasa (14/7).

Terkait penugasan Prabowo mengurusi pangan, Satyo tidak mempermasalahkannya. Walaupun beberapa pihak menilai penugasan itu menyalahi tugas pokok dan fungsi (tupoksi) Prabowo sebagai Menhan.

Pasalnya, ujar dia, Indonesia tengah menghadapi peristiwa luar biasa. Pandemi COVID-19 melumpuhkan negara, sehingga semua elemen perlu berperan membantu pemerintah dalam hal apa pun.

"Ya, meskipun terjadi pergesaran terkait tupoksi Menhan, bisa dikecualikan dengan pertimbangan program food estate kategorinya adalah program strategis nasional akibat pandemi COVID-19, sehingga extraordinary bila meminjam istilah Jokowi. Maka menjadi wajar job ini diserahkan ke Prabowo karena terkait pertahanan dan ketahanan pangan," tegas Satyo.(jpnn/fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Hamsah umar


Comment

Loading...