Kinerja Dirjen Bea Cukai Tuai Sorotan

Kinerja Direktur Jenderal (Dirjen) Bea Cukai Heru Pambudi menuai banyak sorotan tajam dari berbagai kalangan. Salah satunya Direktur Eksekutif Indef, Tauhid Ahmad. (dok JawaPos.com)

FAJAR.CO.ID,JAKARTA– Kinerja Direktur Jenderal (Dirjen) Bea Cukai Heru Pambudi menuai banyak sorotan tajam dari berbagai kalangan. Salah satunya Direktur Eksekutif Indef, Tauhid Ahmad.

Tauhid menilai, kinerja Dirjen Bea Cukai Heru Pambudi terlalu biasa. Karena itu, sudah seharusnya ada kepastian hukum tentang nasibnya. Karena berdasar informasi dari Kemenkeu, SK Pambudi berakhir pada 1 Juli.

“Jika SK pengangkatannya berakhir 1 Juli 2020. Ya harus segera dan wajib ada kepastian hukum. Kalau ganti ya segera, kalau perpanjang maka keluarkanlah SK baru,” ujar Tauhid kepada wartawan.

Menurut Tauhid, selama ini Indef memandang kebijakan Dirjen Bea Cukai selama ini standar saja. Termasuk soal kebijakan diskon rokok yang berdampak pada berkurangnya pendapatan negara.

“Kebijakan soal diskon cukai rokok ini membuat produsen rokok bisa menjual rokok di bawah 85 persen dari harga dan akan merugikan negara,” kata Tauhid.

Harusnya, kata Tauhid, kebijakan ini dibatalkan sehingga pendapatan negara bisa maksimal. Atau bisa juga, metode survei yang dilakukan cukup di 20 kota saja tidak 40 kota

Tauhid juga meminta pemerintah untuk memperhatikan betul potensi PPh yang bakal hilang sebagai akibat kebijakan tersebut.

Sementara itu, pengamat kebijakan publik Adilsyah Lubis menegaskan, bahwa sejumlah kebijakan Dirjen Bea Cukai tidak pro rakyat. Terutama soal diskon bea cukai rokok senilai 85 persen yang bisa berdampak serius pada kesehatan masyarakat.

Komentar

Loading...