Legislator Penjamin Jenazah Covid Ditetapkan Tersangka, Begini Respons BK DPRD Makassar

Anggota DPRD Makassar dari Fraksi PKS, Andi Hadi Ibrahim Baso

FAJAR.CO.ID,MAKASSAR– Kasus penjaminan jenazah yang belakangan terkonfirmasi Covid-19 melibatkan Anggota DPRD Kota Makassar Andi Hadi Ibrahim terus bergulir di kepolisian. Status hukum politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu telah dinaikkan menjadi tersangka.

“Sudah ditetapkan tersangka polisi melakukan gelar perkara Jumat kemarin,” tegas Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Ibrahim Tompo kepada wartawan, Senin (13/7/2020).

Mendengar rekan sejawatnya ditetapkan tersangka kasus penjamin jenazah Covid-19, Wakil Ketua Badan Kehormatan DPRD Kota Makassar, Abdul Azis Namu tidak bergeming. Ia mengaku telah meminta keterangan dan klarifikasi Andi Hadi dan perwakilan keluarga jenazah yakni istri Almarhum.

“Walaupun tidak ada aduan masuk tapi ramai diberitakan di media sehingga kita memanggil yang bersangkutan. Minggu lalu kita panggil Andi Hadi Ibrahim untuk memberikan klarifikasi kronologisnya seperti apa, dan hari ini (kemarin) kita juga panggil saksi dari pihak keluarga almarhum,” terang Azis Namu, Senin (13/7/2020).

Hasil dari galian informasi itu justru bertolak belakang dengan berita yang ramai beredar di media sosial. Baik Hadi maupun dari keluarga menyatakan pada saat itu pengambilan jenazah tidak ada unsur paksaan. Malah disaksikan oleh Tim Gugus Covid di RSUD Daya.

Dikatakan juga sejak pasien masuk rumah sakit hingga dinyatakan meninggal hasil swab positif atau negatif belum diterima pihak keluarga.

Komentar

Loading...