Pelempar Alquran Idap Gangguan Jiwa, Begini Sikap Kepolisian

Screenshot

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Tersangka kasus penistaan agama di Kota Makassar baru saja menjalani pemeriksaan di RS Bhayangkara. Hasilnya mengejutkan.

“Untuk tersangka IN, masih sementara pemberkasan. Kemarin telah diperiksa oleh tim ahli kejiwaan. Memang ada kelainan terhadap tersangka ini,” kata Kapolres Pelabuhan, AKBP Muh Kadarislam, Senin (14/7/2020).

Kelainan itu sama dengan keterangan para tetangga tersangka, yang menganggap warga Jalan Tentara Pelajar, Lorong 188 itu sedang megidap gangguan kejiwaan.

Katakter IN pun dikenal tempramen, hingga kerap melempar Alquran jika sedang marah. IN dianggap sebagai mata-mata polisi, yang suka melapor warga sekitar jika bermain judi.

Meski demikian, proses hukum perempuan berusia 40 tahun ini tetap berjalan walau kejiwaan tersangka ini tidak normal.

“Sementara kita tetap proses. Karena kejiwaan juga ada kategorinya. Ini tetap kita dalami dan akan gelar perkara,” pungkas perwira dua melati ini.

Diketahui, peristiwa itu terjadi di wilayah hukum Polres Pelabuhan, Kota Makassar. Perempuan itu sempat viral di media sosial dan telah mendekam di balik jeruji besi.

Peristiwa itu sempat mengundang emosi warga dan Front Pembela Islam (FPI). Massa dari ormas itu sempat datang ke Mapolres Pelabuhan untuk melaporkan kejadian itu, meskipun pelakunya telah tertangkap.

Mereka berteriak dan meminta aparat kepolisian untuk segera memproses hukum perempuan yang melempar hingga nyaris merobek Alquran. (Ishak/fajar)

Komentar

Loading...