Permintaan Pasar Tinggi, Adik Kandung Amran Sulaiman Ajak Pemuda Tani Berkebun Hidroponik

Bupati Bone Andi Fahsar Mahdin Padjalangi bersama Kadis Ketapang Bone Andi Asman Sulaiman melakukan panen sayuran di kebun hidroponik di Perumajan Be-One Residence. (FOTO: AGUNG PRAMONO/FAJAR)

FAJAR.CO.ID, WATAMPONE — Petani Hidroponik Bone telah membuktikan keuntungan dari hasil kebun hidroponik. Permintaannya sangat tinggi. Bahkan keuntungan yang diraup pun mencapai Rp5 juta dalam sebulannya.

Kadis Ketahanan Pangan (Ketapang) Kabupaten Bone, Andi Asman Sulaiman mengatakan, itu merupakan program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) yang bertujuan tidak membiarkan pekarangan kosong, harus dimanfaatkan. Apalagi di tengah pandemi Covid-19 ini.

“Sekarang ini kita sasar masyarakat dan tetap harus produktif. Karena untuk kebutuhan gizi keluarga, saya mau juga jangan sampai masyarakat beli lagi sayuran dari luar,” katanya Selasa (14/7/2020).

Kata dia, sudah ada ratusan desa disasar. Memotivasi para pemuda tani termasuk ibu-ibu. Sebab, pekerjaannya ini begitu muda dan simpel. Hanya memanfaatkan pekarangan saja untuk menanam sawih, selada, tomat dan lainnya.

“Masyarakat juga tidak perlu khawatir tidak laku, kita sekarang sudah kerja sama dengan Toko Tani Indonesia Centre. Dan permintaan pasaran ini sampai di Sulawesi Tenggara,” jelas adik kandung mantan Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman itu.

Tahap awal lanjut mantan Camat Barebbo itu, lima titik dulu dijadikan sebagai bahan percontohan untuk masyarakat, karena anggarannya mencapai Rp50 juta per unit dengan alatnya satu set dengan ukuran 10×7 meter. Apalagi Bupati sudah menyetujui untuk diprogramkan.

“Yang pasti pemerintah terus melakukan pengawalan, produksi yang melimpah langsung dibawa ke toko tani agar petani betul-betul merasakan keuntungannya,” jelas lelaki murah senyum itu. (agung/fajar)

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...