Singgung Etika Berpolitik, Wahab Tahir: Tidak Ada Ampun, DP Pasti Keok di Dapil II

Abdul Wahab Tahir

FAJAR.CO.ID,MAKASSAR-- Sikap Bakal Calon Wali Kota Makassar Danny Pomanto (DP) yang memilih ikut perintah Partai Nasdem dan berpaket dengan Fatmawati Rusdi dianggap mencederai komitmen dengan Partai Golkar.

Terlebih belakangan muncul rekaman video Danny Pomanto secara telanjang merendahkan partai Nasdem. Percakapan virtual itu terjadi saat Danny Pomanto meminta Nurdin Halid memasangkan putranya, Andi Zunnun, menjadi wakilnya dengan harapan dukungan Golkar diberikan kepadanya.

Berselang beberapa hari kemudian, kesepakatan itu Danny abaikan. Danny Pomanto resmi diusung Nasdem plus Gerindra berpasangan dengan Fatmawati Rusdi.

Sekretaris Golkar Makassar, Abdul Wahab Tahir menyinggung etika politik yang dipertontonkan Danny Pomanto yang dianggapnya menyalahi kultur masyarakat Sulawesi Selatan.

Ia mengutip salah satu pesan para leluhur lontaranya orang Gowa yang mengatakan 'Salah apa pun kita, jangan kau permalukan kami di depan umum, karena kami akan bersatu melawan kau'.

"Ini soal standar etik. Politisi di Makassar punya standar etik tinggi. Termasuk pemilih di Makassar yang berbasis kultural dan ideologis. Makanya orang Sulsel merupakan oposan yang loyal," ungkap Wahab ditemui di Gedung DPRD Kota Makassar, Selasa (14/7/2020).

Ketua Komisi D DPRD Kota Makassar itu menegaskan, politisi di Makassar sudah terkonsolidasi dengan sistematis. Artinya Pilkada Makassar bukan lagi soal siapa yang pantas menang tapi siapa yang pantas memimpin Makassar.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Adi Mirsan


Comment

Loading...