Tangani Covid-19, 12 PTS Surabaya Raya-Madura Berkolaborasi

PARTISIPASI PERGURUAN TINGGI: Emil Dardak (kiri) dan Rektor Universitas Ciputra Yohannes Somawiharja sebagai moderator bertemu dengan rektor-rektor PTS di kampus Ubaya, Senin (13/7). (Robertus Risky/Jawa Pos)

FAJAR.CO.ID,JATIM — Perguruan tinggi swasta (PTS) berpartisipasi dalam percepatan penanganan Covid-19. Senin (13/7) 12 rektor perguruan tinggi swasta (PTS) di bawah naungan Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Wilayah VII Komisariat I Surabaya Raya-Madura berkumpul di gedung perpustakaan Universitas Surabaya (Ubaya).

Mereka membahas sinergi antar-PTS. Salah satunya pendampingan mahasiswa terhadap lingkungan tempat tinggalnya masing-masing

Dalam pertemuan tersebut, 12 rektor PTS saling bertukar pikiran dalam upaya mempercepat penanganan Covid-19 di Jawa Timur dengan melibatkan kampus. Wakil Gubernur (Wagub) Jatim Emil Dardak ikut hadir dalam pertemuan tersebut. ’’Selain silaturahmi, PTS ini ikut bekerja dalam penanganan Covid-19,’’ kata Emil.

Wagub menuturkan, APTISI Komisariat I Surabaya Raya dan Madura menyumbangkan ide dan menindaklanjutinya menjadi konkret. ’’Agar dapat menggerakkan kesadaran masyarakat untuk lebih efektif lagi,’’ tuturnya.

Harapannya, satu kampung tangguh akan diikuti satu mahasiswa. Nanti disinkronkan ke 5.700 RW di Surabaya Raya sebagai tahap awal. Yakni, Surabaya, Gresik, dan Sidoarjo. ’’Di kabupaten/kota lain di Jatim juga akan diberlakukan seperti ini. Namun, tiga wilayah ini menjadi tahap awal karena zona khusus dan harus jalan dulu. Bagaimana kita memetakan kehadiran mahasiswa nanti,’’ ujarnya.

Selain itu, aksi yang dilakukan mahasiswa harus terkoordinasi dengan baik. Informasinya harus terlapor ke gugus tugas Covid-19 Jatim sehingga ada validasi data yang seimbang. ’’Perguruan tinggi adalah teladan. Mahasiswa perlu berperan aktif. Apalagi dalam konteks KKN (kuliah kerja nyata), salah satunya tentang empati terhadap yang terjadi di sekitarnya,’’ jelasnya.

Komentar

Loading...