Temukan Ada ASN, Penyelenggara Pemilihan Dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat

ILUSTRASI. (int)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Bawaslu melaksanakan pengawasan melekat terhadap proses verifikasi faktual (verfak) bakal calon perseorangan dalam Pemilihan Serentak Tahun 2020.

Diketahui, verfak calon perseorangan adalah tahapan untuk memastikan keterpenuhan syarat calon Gubernur atau Wakil Gubernur, Bupati atau Wakil Bupati dan Walikota atau Wakil Walikota pada Pilkada serentak putaran keempat tahun 2020.

Pelaksanaan verfak dilakukan selama 14 hari mulai 24 Juni 2020 hingga 12 Juli 2020.

Ketua Bawaslu, Abhan, mengungkapkan, dari hasil pengawasan verfak bakal calon perseorangan, pengawas pemilihan menemukan dokumen dukungan yang dalam identitasnya tertulis pekerjaan sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) sebanyak 6.492 pendukung dan Penyelengara Pemilihan sebanyak 4.411, dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat (TMS).

“Maka, dari dokumen dukungan itu, dinyatakan tidak mendukung bakal calon. Temuan itu tersebar di 79 kabupaten kota yang menggelar Pemilihan 2020,” ucapnya pada video konferensi yang digelar hari ini, Selasa (14/7/2020).

Ia membeberkan, temuan lainnya yang berkaitan dengan proses verfak adalah pendukung yang tidak dapat ditemui karena tidak ada di tempat, baik karena bekerja atau bepergian.

“Verifikasi kemudian dilaksanakan pada malam hari untuk dapat menemui pendukung itu,” ungkap Abhan.

Menurutnya, dalam pelaksanaan verifikasi, ditemukan pendukung yang sudah meninggal dunia, pendukung ganda, pendukung yang sudah pindah domisili dan keterangan yang tidak semua dengan data diri pendukung.

Komentar

Loading...