Tersandung Kasus Penjemputan Jenazah Covid-19, PKS Siapkan Pengacara untuk Hadi

Andi Hadi Ibrahim Baso

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menghormati proses hukum yang telah membelit salah satu kadernya di Makassar.

Adalah Andi Hadi Ibrahim Baso telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Sulsel atas kasus penjemputan jenazah Covid-19 di RSUD Daya Makassar pada 27 Juni 2020 lalu.

Ketua DPC PKS Makassar, Anwar Faruq, menyampaikan, PKS bakal menyiapkan pengacara untuk mendampingi kasus hukum Anggota DPRD Kota Makassar Hadi Ibrahim. Dikatakan, sejak awal kasus itu bergulir, pihaknya sudah mengomunikasikan hingga tingkat DPP.

“Ya, kami sudah membicarakannya sampai level DPP. Termasuk mempersiapkan lawyer untuk Hadi Ibrahim,” kata Anwar melalui sambungan telepon seluler, Selasa (14/7/2020).

Meski tak ingin mengintervensi jalannya proses hukum di kepolisian, Anwar meminta penyidik bekerja secara profesional serta objektif menangani kasus ini.

“PKS sangat concern terhadap (kasus yang membelit) Ustaz Hadi,” terang Anwar yang juga anggota Komisi C DPRD Makassar.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Ibrahim Tompo membenarkan penetapan tersangka terhadap Andi Hadi Ibrahim usai penyidik melakukan gelar perkara, pada Jumat (10/7/2020).

“Sudah ditetapkan tersangka setelah polisi melakukan gelar perkara Jumat kemarin,” katanya kepada wartawan, Senin (13/7/2020).

Dia tak sendiri. Andi Hadi ditetapkan tersangka bersama rekannya, Andi Nur Rahmat yang membawa jenazah tersebut dari rumah sakit menggunakan mobil dan dimakamkan tanpa protokol Covid-19.

“Andi Nur Rahmat juga ditetapkan tersangka,” tambah perwira tiga melati ini.

Keduanya pun diancam dengan Pasal 214 (1), 335, 336, 55 KUHP, jo Pasal 93 UU Nomor 6/2018, tentang karantina kesehatan. “Ancaman hukuman tujuh tahun penjara,” tandasnya. (endra/fajar)

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...