Warga Gowa Tandu Pasien ke Puskesmas, Tempuh Jarak 10 Kilometer


FAJAR.CO.ID, GOWA– Tak hanya jalan di Dusun Malenteng yang mirip kubangan kerbau, di Kampung Bontojai juga kondisinya sama. Tak bisa dilalui kendaraan.

Jalanan berlumpur, mengharuskan masyarakat menandu warga yang hendak diantar ke Puskesmas. Senin pagi (13/7/2020), Riswan (14) terpaksa ditandu ayahnya, Muh Dahlan dan pamannya, Rustam.

Dari Bontojai, Riswan dipikul menggunakan bambu menuju Kassi untuk menunggu kendaraan yang bisa ditumpangi ke Puskesmas. “Menuju Kassi itu jalan kaki sekitar empat kilometer,” kata Yusril (20) tetangga Riswan, Senin, 13 Juli.

Kalau tidak ada kendaraan lanjut Yusril, warga terpaksa jalan lagi ke puskesmas. Jaraknya sekitar lima kilometer lagi dari Kassi.

“Kalau dari Dusun Bontojai sekitar 10 kilometer lah jaraknya,” rinci Yusril.

Berdasarkan hipotesanya dokter ungkap Yusril, Riswan mengalami pembengkakan pada bagian paru-paru. Namun, hal itu tentunya perlu pemeriksaan lebih lanjut lagi. “Kasihan kami warga di sini,” tuturnya.

Setahunya, belum pernah sama sekali ada penggelontoran dana untuk perbaikan jalanan. Kalaupun ada pengocoran untuk perbaikan pada titik yang berpotensi parah ketika musim hujan, itu sudah terjadi beberapa tahun lalu. “Itupun sudah rusak,” terangnya.

Begitulah kondisi Dusun Bontojai. Tidak jauh berbeda dengan kondisi Dusun Malenteng, Desa Erelembang, Kecamatan Tombolopao. Infrastruktur jalanannya tidak mendapat sentuhan pemda sama sekali.

Wakil Ketua DPRD Gowa, Andi Tenri Indah, mengatakan, akan terus memperjuangan aspirasi masyarakat. Pihaknya akan melakukan kunjungan ke lokasi tersebut dalam waktu dekat ini.

“Saya akan perjuangan aspirasi masyarakat. Bersama komisi dan mitra, saya akan berkunjung dalam waktu dekat ini melihat kondisinya,” kata Indah. (rud/dir/fajar)

KONTEN BERSPONSOR

Komentar

Saksikan video berikut: