Banjir Bandang di Masamba Diduga Akibat Pembalakan Hutan

Salah satu sudut di Masamba yang dilanda banjir bandang.

FAJAR.CO.ID, MASAMBA– Banjir di Masamba sebenarnya bukan hal baru. Sudah pernah terjadi pada tahun 1980-an. Bahkan, pernah mencapai tugu Masamba Affair. Tetapi, bukan banjir bandang. Bencana kali ini merupakan yang terparah.

“Saat itu saya masih kecil. Sungai Masamba memang pernah banjir. Tetapi, tidak separah ini,” Kata warga, Badaruddin.

“Baru kali ini saya lihat Masamba banjirnya seperti ini,” sambung warga lainnya,” Harnes.

Anggota DPRD Luwu Utara, Adi Jaya menilai banjir ini ada penyebabnya. “Sudah jelas akibat penebangan kayu di hulu sungai. Kalau ada orang membantah. Bohong itu,” tantangnya.

Legislator dari Partai Gerindra ini mengatakan, bukti kuat adanya penebangan kayu di hutan pegunungan hulu sungai bisa dilihat dari potongan kayu yang terbawa air di Masjid Syuhada. Potongannya sangat rapih.

Artinya, itu hasil penebangan pakai senso. Memang kayu di sana ada. “Tetapi, hanya kayu kecil yang tak bisa menahan banjir,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos ) Dinas Sosial Luwu Utara, Sulfa Harbi mengatakan, banyak hutan di pegunungan hulu Sungai Masamba dan Sungai Radda sudah gundul.

“Kondisinya sudah dilihat saat meninjau. Kami dari Tagana ini dari sana,” tegasnya.

Gunung di hulu Sungai Masamba banyak yang longsor. Ada puluhan titik longsor. Material longsor ini yang hanyut bersama banjir dan menimbun jalan di Masamba.

Komentar

Loading...