Honorer K2 Ramai-ramai Kecam Eko Mardiono, Ada yang Sebut Asal Bunyi

Ilustrasi aksi honorer k2-- jawa pos

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Para pentolan honorer K2 yang tergabung dalam Ikatan Komunikasi PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja) Nasional, terkejut dengan pernyataan salah satu pengurus forum yang meminta agar pengangkatan PPPK dibatalkan.

Sebelumnya, Koordinator Wilayah Perkumpulan Honorer K2 Indonesia (PHK2I) Jatim Eko Mardiono usul agar pemerintah tidak mengangkat 51 ribu PPPK dari jalur honorer K2, hasil seleksi Februari 2019. Alasan Eko karena saat rekrutmen tidak ada regulasinya sehingga cacat hukum.

Miftahol Arifin, honorer K2 dari Pamekasan Jatim, menilai usulan itu lucu. “Ini sangat lucu ya. Honorer kok menyalahkan pemerintah. Rekrutmen PPPK pada Februari 2019 sudah melalui Juknis dan aturan hukum. Mbok yo pelajari dulu aturan hukum baru berkomentar biar tidak asal bunyi,” kata Miftahol Arifin, honorer K2 dari Pamekasan, Jawa Timur kepada JPNN.com (grup fajar.co.id), Rabu (15/7).

Dia menegaskan, PPPK adalah bagian dari aparatur sipil negara (ASN) di mana diatur dalam UU ASN dengan turunannya PP 49/2018 tentang Manajemen PPPK.

Agung Alvin, honorer K2 yang lulus PPPK tahap satu dari Blora, Jawa Tengah juga sangat menyayangkan sikap pengurus forum yang tidak mendukung rekan-rekannya lulus.

Padahal bila regulasi PPPK turun dan tahap satu diangkat, otomatis honorer K2 yang belum terakomodir di tahun 2019 bisa mengikuti seleksi tahap berikutnya.

KONTEN BERSPONSOR

Komentar