Kejagung Sita Aset Koruptor Kondensat Rp97 Miliar

Jaksa Agung ST Burhanuddin memerintahkan anak buahnya untuk melakukan eksekusi barang bukti terhadap terpidana kasus korupsi terkait puncucian uang penjualan kondensat, (dok JawaPos.com)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Kejaksaan Agung (Kejagung) melakukan eksekusi barang bukti terhadap terpidana kasus korupsi terkait puncucian uang penjualan kondensat, Honggo Wendratmo selaku direktur PT Trans Pasific Petrochemical Indotama (TPPI), atas putusan 16 tahun penjara. Lembaga penegak hukum yang dipimpin oleh ST Burhanuddin itu mengeksekusi kilang minyak dan uang senilai Rp 97 miliar untuk diserahkan ke kas negara.

Menanggapi hal itu, Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Padjajaran (Unpad) Romli Atmasasmita menilai eksekusi aset Honggo Wendratno itu sudah tepat dan semestinya dilakukan oleh Kejaksaan Agung karena telah memiliki kekuatan hukum tetap.

“Kejaksaan Agung sudah on the right track,” kata Romli, kepada wartawan, Rabu (15/7).

Romli menambahkan, setiap tindak pidana korupsi dipastikan ada kerugian negara yang harus dikembalikan maka untuk mengejar kemana uang hasil kejatahan tersebut beredar harus melalu UU Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

“Kejaksaan sudah benar mengingat setiap tipikor dipastikan ada kerugian negara yg harus dikembalikan ya dimulai dengan tracing dana hasil tindak pidana melalui UU TPPU. Langkah kejaksaan telah sesuai dengan tujuan pembentulan UU tipikor,” tuntasnya.

Senada dengan Romli, Pakar Hukum Pidana Universitas Trisaksi Abdul Fickar Hadjar menilai, apa yang dilakukan Kejaksaan Agung sudah sesuai dengan tugas dan kewenangannya sebagai lembaga penegak hukum dalam rangka penindakan terhadap tindak pidana korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Komentar

Loading...