Masdar Bersaudara Ditolak DPP, Aras Tammauni Hampir Pasti Pimpin Golkar Sulbar

Rabu, 15 Juli 2020 11:21

Ketua DPD II Golkar Mamuju, H Damris menyerahkan surat pernyataan dukungan sebagai calon Ketua DPD I Golkar Sulbar ke Bu...

FAJAR.CO.ID, MAMUJU- Golkar Sulbar kini sedang bersiap menggelar Musyawarah Daerah memilih calon ketua defenitif setelah dua periode atau 10 tahun terakhir dijabat pelaksana tugas. Bupati Mamuju Tengah, Aras Tammauni digadang-gadang sebagai calon terkuat sebagai 01 Golkar Sulbar.

Sebelumnya sempat mencuat sejumlah figur yang mengincar Ketua Golkar Sulbar. Seperti, Gubernur Sulbar, Ali Baal Masdar, Sekretaris Golkar Sulbar, Hamzah Hapati Hasan dan Bupati Polman, Andi Ibrahim Masdar. Belakangan dua bersaudara ini sudah tidak dilirik DPP Golkar.

“Kami telah melakukan rapat, dari sekian kandidat ini kami sudah putuskan untuk mendukung Aras Tammauni sesuai arahan DPP. Karena kita tidak ingin berseberangan dengan DPP. Kami buatkan dukungan untuk Pak Aras,” kata Ketua DPD II Golkar Mamasa, H Sudirman, Selasa (14/7/2020).

Kendati masih akan dibuka pendaftaran saat pelaksanaan Musda 18-19 Juli mendatang, Sudirman memprediksi Aras bakal aklamasi.

“Kalau dilihat kondisi sekarang, sepertinya akan aklamasi, sekarang memang Golkar tradisinya selalu lari ke aklamasi. Tetapi ini politik, tiap hari berputar, finalnya di Musda kita lihat,” kata Ketua Komisi IV DPRD Sulbar ini.

Dia mengakui, menjatuhkan dukungan ke Aras pun telah melalui rintangan yang berat. Apalagi klan Aras tersebar di sejumlah partai di Sulbar. Keempat anaknya saja, Arwan Aras (Anggota DPR RI Fraksi PDIP), Amalia Fitri Aras (Anggota DPRD Sulbar Fraksi Demokrat), Arsal Aras (Ketua Demokrat dan DPRD Mateng) dan Nirmalasari Aras (Anggota DPRD Fraksi Demokrat Mateng).

“Waktu rapat dengan DPP banyak pertanyaan yang tidak bisa dihindari. Termasuk anaknya, saudaranya, dan kerabatnya yang menyebar lain di partai lain. Setelah kita konfirmasi ke Uwe Aras, dia menggaransi semua keluarganya siap bergabung ke beringin di kemudian hari,” kata Sudirman.

Setelah Aras memimpin Golkar, lanjut Sudirman, keluarganya akan berlindung di beringin. Termasuk anaknya yang saat ini menjabat DPR RI Fraksi PDIP, Arwan Aras.

“Meskipun belum bisa diwujudkan sekarang karena beliau belum memegang Golkar, tetapi janjinya seperti itu,” katanya.

Ketua DPD II Golkar Mamuju, H Damris juga mengamini nama Aras mencuat sebagai bakal calon terkuat di Musda. Bahkan, kata dia, Aras sudah mendapat restu dari DPP Golkar.

“Untuk sementara yang mendapat surat diskresi baru pak Aras. Tetapi nantinya dibuka pendaftaran, nanti kita lihat apakah ada figur lain yang akan medaftar atau tidak. Intinya kami mendengar arahan DPP,” katanya.

Dari informasi yang dihimpun FAJAR, Aras mendapat diskresi setelah berkomitmen mendudukkan kursi Golkar di DPR RI setelah pileg 2019 lalu nihil. Itu komitmen Aras ke DPP dan seluruh DPD Golkar di Sulbar. Dia juga siap memenangkan Golkar di Sulbar, mulai tingkat kabupaten, provinsi hingga pusat.

Selanjutnya siap menyiapkan sarana dan prasarana kantor DPD I di Mamuju. Rukonya akan dihibahkan sebagai kantor Golkar. Terakhir dia sudah siap memenanagkan usungan Golkar di Pilkada empat daerah di Sulbar.

“Itu komitmen yang disampaikan. Mudah-mudahan di kepemimpinan beliau yang dikenal tangan dingin bisa mengembalikan kejayaan Golkar di Sulbar,” tambah Ketua DPD II Golkar Mamasa, H Sudirman.

Sementara Gubernur Sulbar, Ali Baal Masdar dan adiknya, Bupati Polman Andi Ibrahim Masdar secara bergantian sempat disodorkan DPD II ke DPP. Namun keduanya mendapat penolakan setelah diverifikasi DPP dengan pertimbangan matang.

Tetapi karena di Golkar tidak boleh dua “dapur” sehingga ABM sempat diberi syarat khusus. Bila ingin mengambil alih Golkar, Istrinya, Andi Ruskati Ali Baal harus mundur sebagai Ketua Gerindra Sulbar.

Syarat itu tidak bisa diwujudkan Ali Baal sehingga DPP memutuskan ABM tidak boleh menjadi ketua Golkar Sulbar karena tidak sesuai aturan main.

Selanjutnya, Andi Ibrahim Masdar. Dulunya dia kader Golkar namun “lompat pagar’ ke Nasdem. Hendak kembali, tetapi ada “luka lama” yang tiba di DPP sehingga perlu dipertimbangkan. Luka lama itu yakni ingin membumi hanguskan Golkar di Sulbar dalam sebuah pidatonya beberapa tahun silam yang terekam kamera. (rul/fajar)

Komentar