Penerapan Perwali 36 Tidak Maksimal, Ray Arsyad: Mudah-Mudahan Tidak Ada Permainan

Ray Suryadi Arsyad

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR -- Anggota Komisi A DPRD Kota Makassar, Ray Suryadi Arsyad, angkat suara terkait tidak maksimalnya penerapan Peraturan Wali Kota (Perwali) nomor 36 tahun 2020 tentang Percepatan Pengendalian Coronavirus Disease (COVID-19) di Kota Makassar.

Secara garis besar, pada Perwali ini di Bab V tentang Pembatasan Pergerakan Lintas Antardaerah pasal 6 ayat 1 disebutkan, setiap orang masuk keluar Makassar wajib melengkapi diri dengan rekomendasi COVID-19 dari Gugus Tugas dan atau Rumah Sakit, Puskesmas dari daerah asal dan berlaku selama 14 hari sejak tanggal diterbitkan.

Melihat kenyataan di lapangan, Ray berkesimpulan Perwali 36 ini tidak berjalan efektif sesuai poin-poin yang tercantum di dalamnya. Misalnya masyarakat dari luar kota Makassar dapat melenggang masuk tanpa adanya penjagaan ketat pada jam-jam tertentu.

"Ternyata Perwali 36 itu tidak dilaksanakan secara maksimal. Sebagai bukti yang kita lihat di jalanan akses batas kota itu tetap saja banyak masyarakat kita yang bisa keluar masuk secara langsung tanpa menunjukkan surat untuk jam-jam tertentu," tutur legislator Partai Demokrat itu saat ditemui di Gedung DPRD Kota Makassar, Rabu (15/7/2020).

Padahal sudah barang tentu Perwali ini menggunakan anggaran daerah (APBD). Ia meminta jika aturan sudah diterbitkan maka harus dikawal secara tegas sehingga betul-betul tepat sasaran.

"Mudah-mudahan tidak ada lagi permainan di balik itu semua. Kita berharap seperti itu," tandasnya.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Muhammad Nursam


Comment

Loading...