Rumah Sakit dan Hotel Hampir Penuh, Gugus Tugas Sulsel Maksimalkan 40 RS

elawan Indonesia Bersatu Lawan Covid-19 terus bergerak melakukan Rapid Test massal di daerah-daerah yang masuk dalam zona merah di Indonesia, salah satunya di Rumah Sakit Darurat (RSUD) Sayang Bunda, Hertasning, Makassar, Sulsel.

FAJAR.CO.ID,MAKASSAR-- Kasus pasien Covid-19 di Sulawesi Selatan terus bertambah. Berdasarkan data terakhir, pada Selasa (14/7/2020) kemarin terjadi penambahan sebesar 199 kasus. Penambahan ini menjadi yang tertinggi kedua.

Meningkatnya kasus pasien Covid-19, tentu menambah okupansi hotel, dalam hal ini porgram duta Covid 19, rumah sakit rujukan dan penyangga.

Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Sulawesi Selatan, Prof Syafri Kamsul Arif mengatakan, sejauh ini, tingkat okupansi rumah sakit rujukan masuk kategori hampir penuh.

"Saya tidak bisa bilang penuh karena masih ada sekitar 50an, tapi memang khusus di rumah sakit Dadi dan RSUD Daya sudah penuh," ucapnya.

Kendati demikian, Gugus Tugas Covid-19 Sulsel telah mengantisipasi jika terjadi outbreak atau letupan kasus Covid-19 dengan menyiapkan 40 rumah sakit dan hotel yang menampung pasien OTG Covid 19.

"40 rumah sakit akan kita maksimalkan misalnya RS Pelamonia, RS Haji dan beberapa rumah sakit penyangga lainnya, begitupun dengan hotel, kita siap tampung," jelasnya.

Menurutnya, RS Penyangga di kota Makassar ada 20 yang pernah di-SK-kan Gubernur. Sedangkan total dari semua kabupaten/kota di Sulsel, sekitar 40 lebih rumah sakit.

Sementara rumah sakit rujukan Covid 19 di antaranya RS Wahidin, RS Unhas, RS Dadi, RS Labuang Baji dan RS Sayang Rakyat.

Meski penambahan kasus terjadi secara signifikan, namun angka kesembuhan semakin membaik. Prof Syafri mengaku, angka kesembuhan di Sulsel pekan kemarin, mencapai angka 45 persen.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Adi Mirsan


Comment

Loading...