Sekolah Berlantai Tanah dan Jalan Berlumpur Bikin Siswa Malas Bersekolah

Kondisi pada kelas I dan II di SDN Parang Bobo, Dusun Malenteng, Desa Erelembang, Kecamatan Tombolo Pao, Kabupaten Gowa

FAJAR.CO.ID, GOWA — Anak-anak yang berada di Dusun Malenteng, Desa Erelembang, Kecamatan Tombolo Pao, tampak bahagia dan hidup aman di dusun itu.

Suasana perkampungan di daerah terpencil di Kabupaten Gowa itu sangatlah nyaman. Meski demikian, akses jalan di dusun itu terbilang buruk. Beruntung masih ada sekolah yang berdiri di sana.

SD Negeri Parang Bobo namanya. Sekolah itu sudah ada sejak lama.Namun dari enam kelas yang ada, dua diantaranya masih berlantaikan tanah.

Para siswa di jenjang kelas satu dan dua harus bersabar dalam kondisi ruang belajarnya yang seperti itu. Belum lagi kondisi jalanan menuju lokasi itu yang penuh dengan berlumpur.

“Adik-adik ketika hendak bersekolah itu biasa tergelincir, terjatuh dan kotor. Ini yang sebabkan mereka malas ke sekolah,” jelas Kepala Dusun Malenteng, Andi Anjas Tamara, Selasa (14/7/2020).

Di sekolah itu, terdapat delapan orang tenaga pendidik. Kata Anjas, tenaga itu terdiri dari tiga orang berstatus PNS. Selebihnya masih berstatus honorer.

Anjas beserta 670 warga di dusunnya itu berharap ada perhatian dari pemerintah, untuk dua kelas di sekolah itu dan kondisi jalan yang berlumpur.

Kondisi jalanan yang penuh dengan kubangan lumpur itu sudah terjadi jauh hari sebelum Indonesia merdeka, atau sejak masih dalam masa penjajahan.

Komentar

Loading...