Surat Edaran Terbaru Menpan RB soal Perjalanan Dinas ASN dan PPPK

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN RB) Tjahjo Kumolo telah menerbitkan Surat Edaran No. 57/2020 tertanggal 28 Mei 2020. (dok JawaPos.com)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Aparatur Sipil Negara (ASN) baik PNS maupun PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja), kini bisa melakukan perjalanan dinas dalam tataran normal baru di masa pandemi COVID-19.

Hal ini menyusul keluarnya Surat Edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 64/2020 tentang Kegiatan Perjalanan Dinas Bagi Pegawai Aparatur Sipil Negara Dalam Tatanan Normal Baru.

“Mulai 13 Juli 2020, ASN baik PNS maupun PPPK bisa melakukan perjalanan dinas. Tentunya dengan memerhatikan persyaratan yang tertuang dalam SE Nomor 64 tahun 2020,” kata MenPAN-RB Tjahjo Kumolo dalam SE-nya tertanggal 13 Juli 2020 itu.

Bila PNS dan PPPK melanggar ketentuan dalam SE tersebut, lanjutnya, ada sanksi yang akan diberlakukan. Sanksi ini, sebagaimana diatur dalam PP 53/2010 tentang Disiplin PNS dan PP 49/2018 tentang Manajemen PPPK.

Menteri Tjahjo dalam SE-nya mewanti-wanti kepada seluruh Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) baik di kementerian/lembaga dan Pemda memastikan agar PNS maupun PPPK mengikuti ketentuan yang sudah dikeluarkan.

“Bagi PNS maupun PPPK yang melanggar akan dikenakan sanksi disiplin pegawai sesuai PP Disiplin PNS dan PP Manajemen PPPK,” tegasnya.

Adapun persyaratan bagi PNS maupun PPPK yang akan melakukan perjalanan dinas sesuai SE 64/2020 adalah sebagai berikut:

  1. Memerhatikan status penyebaran COVID-19 di daerah tujuan perjalanan dinas berdasarkan peta zonasi risiko COVID-19 yang ditetapkan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.
  2. Memperoleh Surat Tugas yang ditandatangani minimal pejabat setingkat Eselon II atau Kepala Kantor bagi ASN pada satuan kerja lainnya.

“PPK harus memastikan penugasan dan penerbitan surat tugas perjalanan dinas kepada ASN dilakukan secara selektif, akuntabel, serta penuh kehati-hatian sesuai tingkat urgensinya,” kata Menteri Tjahjo.

Komentar

Loading...