Warga Masih Bandel, Pemkot Wacanakan Perda Protokol Kesehatan

FOTO: ISTIMEWA

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR -- Tingkat kepatuhan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan dinilai masih kurang. Pemerintah Kota (Pemkot) mewacanakan membuat Peraturan Daerah (Perda).

Asisten I Pemkot Makassar, M Sabri, mengungkapkan, selama ini Peraturan Wali Kota (Perwali) yang menjadi payung hukum dalam penanganan Covid masih lemah, terutama dalam hal sanksi.

Sehingga, kata Sabri, perlu ada produk perundang-undangan yang jelas. Di mana diatur mengenai kewajiban, keselamatan, dan tata tertib masyarakat.

"Saya menginginkan itu (Perwali) menjadi Perda. Yah Perda yang dibuat tentang pemakaian masker dan protokol kesehatan," tegasnya saat ditemui di Posko Covid-19 Makassar, Rabu (15/7/2020).

Sabri menambahkan, Alasan lain, dijelaskan Sabri, ialah karena pandemi Covid-19 tidak diketahui kapan bakal berakhir. Untuk mengantisipasi, ia pun ingin pemakaian masker sudah menjadi hal yang wajib digunakan.

"Kita tidak tahu sampai kapan pandemi ini, siapa yang bisa memperkirakan, itu kalau pandemi-nya. Terus vaksinnya, persoalannya, vaksin itu kapan," sambungnya.

Dengan dibuatnya Perda, maka Pemkot Makassar bisa juga menjatuhi hukuman kepada masyarakat yang melanggar. Ketika ada sanksi, maka masyakarat pasti bakal mematuhi aturan tersebut. "Tapi coba kalau Perda, tidak pakai masker langsung didenda," katanya.

Untuk diketahui, saat ini, Pemkot Makassar hanya menerapkan Peraturan Wali Kota (Perwali) Nomor 36 Tahun 2020. Perwali ini didalamnya mengatur tentang pembatasan pergerakan akses keluar masuk kota Makassar dan penerapan protokol kesehatan. (ikbal/fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Muhammad Nursam


Comment

Loading...