Banjir Bandang Masamba, Pakar: Ini Peringatan Keras!

Dampak banjir bandang di Masamba. (IST)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR– Banjir bandang di Luwu Utara menjadi peringatan bagi wilayah-wilayah lainnya di Sulsel. Terutama alih fungsi lahan.

Kepala Pusat Studi Kebencanaan Universitas Hasanuddin (Unhas), Prof Adi Maulana mengatakan, sudah bisa dipertegas bahwa bencana itu dasarnya adalah alih fungsi lahan. Baik itu pembukaan untuk pemukiman, perkebunan, bahkan bisa jadi karena ilegal loging.

Guru Besar Teknik Geologi Fakultas Teknik Unhas itu mempertegas, hal itu karena bencana yang terjadi sesuai hasil penelitian terkait kebencanaan di Sulsel. Terutama di wilayah Masamba dan sekitarnya pada 2017 lalu. Terlebih petanda besarnya adalah banjir bandang.

Ia mengutarakan, Masamba dan sekitarnya merupakan wilayah hulu pada penelitian. Di mana ditemukan adanya proses pelapukan yang intens terjadi. Hal ini dibuktikan dengan ditemukan tebalnya soil atau tanah tutupan yang meluas ke area lima hingga tujuh kilometer.

Bahkan menemukan ketebalan soil mencapai delapan meter di titik tertentu. Jadi, tidak heran jika terjadi proses erosi yang sangat signifikan dan terjadi proses sedimentasi pada sungai yang tinggi. Di mana pada kondisi ini menyebabkan sungai secara umum terganggu.

Lalu menjadikan kapasitas atau volume sungai menjadi berkurang atau terjadi pendangkalan. Saat hujan deras dalam waktu yang singkat, akan terjadi banjir. Banjir terjadi dengan cepat, atau yang sering disebut dengan banjir bandang.

Komentar

Loading...