Banjir Bandang Masamba, Pakar: Ini Peringatan Keras!

Dampak banjir bandang di Masamba. (IST)

Banjir ini terjadi akibat ketidakmampuan sungai untuk mengakomodasi volume air yang mengalir dan menyebabkan air akan meluap. Selain itu, proses pelapukan memang tidak bisa terlepas dari Masamba dan sekitarnya jika merujuk pada sejarah pembentukan wilayah itu.

Masamba dan sekitarnya merupakan daerah dataran yang sangat luas, terbentuk dari proses erosi dan sedimentasi selama ribuan bahkan jutaan tahun. Luas arealnya 50 km x 30 km, pedataran ini disusun material alluvial. Bersumber dari batuan berupa material-material gunung.

Di bagian utara, di dapati pegunungan yang disusun dalam Formasi Kambuno. Berupa batuan dengan komposisi granitik sampai dengan dioritik. Sementara, di sisi timurnya disusun pegunungan dengan komposisi batuan metamorfik dari Kompleks Pompangeo.

Kondisi morfologi daerah itu bagaikan cekungan kecil, yang diapit pegunungan di bagian utara, timur dan barat. Juga dibatasi Teluk Bone di bagian Selatannya. Terdapat setidaknya tiga sungai besar dan sungai kecil yang mengalir memotong daerah pedataran luas itu dari utara ke selatan.

Sungai-sungai ini terbentuk akibat patahan-patahan atau sesar sekitar Pliosen atau 2 juta tahun yang lalu. Patahan-patahan ini terjadi akibat proses tektonik pembentukan Pulau Sulawesi. Sejalan dengan waktu, patahan-patahan tersebut membentuk aliran sungai.

“Merujuk dari bencana di Masamba, perhatian terhadap tata ruang harus lebih diperhatikan untuk seluruh wilayah di Sulsel. Hentikan alih fungsi lahan di bagian hulu. Lakukan penanaman pohon dengan akar yang kuat. Terutama di beberapa daerah, seperti Luwu Utara khususnya Masamba, Jeneponto, Sinjai, dan Bantaeng,” tegasnya.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...