Banyak Warga Tak Percaya Adanya Virus Corona

ISTIRAHAT SEJENAK: Seorang tenaga kesehatan bersandar di kursi untuk melepas lelah setelah merawat pasien positif Korona di Wisma Nusantara, Kota Mataram, beberapa waktu lalu. (Dok/Lombok Post)

FAJAR.CO.ID,LOMBOK BARAT — Kasus positif korona di Lombok Barat (Lobar) masih cukup tinggi. Data terbaru kasus Corona di Lobar mencapai 370 kasus. Dari jumlah tersebut, kasus tertinggi berada di Kecamatan Labuapi dengan 78 kasus.

“Ini kami akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kecamatan Labuapi mengenai status Corona di wilayah Dapil kami. Karena saya juga sudah dengar, anggaran penanganan Covid-19 sudah didistribusikan ke kecamatan,” ujar anggota DPRD Lobar Dapil Labuapi-Kediri Ahmad Suparman.

Pria yang juga menjabat Wakil Ketua DPRD Lobar tersebut menyayangkan sikap sebagian masyarakat yang tak percaya dengan adanya Corona. Tapi, itu bisa dia maklumi. Karena masyarakat melihat kebanyakan pasien positif dan reaktif Korona sehat tidak mengalami gejala penyakit berat.

“Tetapi di kampung saya di Desa Bengkel, kami minta semua warga tetap menerapkan protokoler Covid-19 memasuki masa transisi new normal ini. Mulai dari yang lomba burung, turnamen sepak bola, badminton, atau yang lainnya,” jelasnya.

Bagaiamanapun, Suparman menjelaskan tidak ada rugi dan salahnya jika masyarakat patuh pada protokoler kesehatan. Itu semua juga demi kebaikan mereka sendiri. “Cuma sekarang masyarakat memang terbagi tiga. Ada yang percaya korona, ada yang tidak percaya, ada yang ditengah-tengah,” ungkapnya.

Bagi masyarakat yang percaya korona, mereka akan patuh menerapkan protokoler Covid-19. Mereka yang tak percaya akan mengabaikan protokoler kesehatan. Sementara masyarakat yang antara percaya dan tidak menerapkan protokoler Covid-19 setengah hati.

Komentar

Loading...