Dalami Dugaan Korupsi Anggaran Covid-19 RSUD Gowa, Polisi Gelar Perkara Pekan Depan


FAJAR.CO.ID, GOWA– Penanganan kasus dugaan korupsi dana Covid-19 RSUD Syekh Yusuf terus bergulir. Pekan depan, status perkara ditentukan.

Kasubdit Tipikor Polda Sulsel, Kompol Rosyid Hartanto, mengatakan, penanganan kasus dugaan korupsi danaCovid-19 di RSUD Syekh Yusuf saat ini masih terus dilakukan pemeriksaan saksi-saksi. Apalagi, lanjutnya, masih ada saksi yang dinilai penting keterangannya.

“Penyelidikan ini terus berjalan. Minggu depan kita kumpulkan alat bukti untuk menentukan sidik atau tidaknya,” kata Rosyid,kemarin.

Untuk menaikkan status perkara dari lidik ke sidik, bebernya, perlu memilah-milah. Berbeda halnya dengan status sidikuntuk menentukan tersangka. Paling lama dua minggu sudah bisa ditentukan.

“Jadi nanti, bergantung modus yang digunakan mereka. Apakah markup, pemufakatan, atau kerugian negara. Yakinlah, pasti naik,” ungkapnya.

Terpenting, bebernya, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) nantinya bisa membantu penyidik. “Kalau BPK asistensi, bisa saja kerugian negaranya dikembalikan. Jadi kita tunggu saja. Prosesnya bergulir terus ini,” imbuhnya.

Kasus dugaan korupsi anggaran Covid-19 di RSUD Gowa ini terkuak berdasarkan laporan masyarakat ke Polda Sulsel. Laporannya terkait dugaan insentif tenaga kesehatan dan pengadaan alat kesehatan.

Disebutkan sebelumnya, bahwa Insentif tenaga kesehatan yang menangani kasus Covid-19 disebut tidak sesuai. Hanya ratusan ribu.

Bahkan terkecil ada yang menerima puluhan ribu rupiah. Sementara, kasus pengadaan alat kesehatan diduga dimarkup.

Humas RSUD Syekh Yusuf, Muhammad Taslim mengatakan, perkara yang sedang bergulir di Polda Sulsel tentu diserahkan sepenuhnya. Semua kebutuhan penyidik diberikan. Baik itu memberikan keterangan dan dokumen.

“Kami sangat menghormati penyidik kepolisian. Jelas kami memberikan keterangan sebenar-benarnya,” katanya. (rud/dir/fajar)

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...