Data Terkini, 24 Orang Meninggal, 69 Dinyatakan Hilang

Salah satu sudut di Masamba yang dilanda banjir bandang.

“Misalnya di daerah pegunungan, di Kota Masamba mengingat memang aksesnya terputus. Jadi baik jembatan gantung dan jembatan beton terputus, jadi kami cari jalan pegunungan,” sebutnya.

Penanganan warga di pengungsian juga menjadi perhatian, termasuk di tengah pandemi Covid-19. Status terbaru penularan Covid-19 resiko rendah.

“Kondisinya, jadi teman-teman kami sudah membentuk di lapangan posko kesehatan terkait. Termasuk dalam rangka mengedukasi masyarakat agar kembali mau menjaga jarak, walaupun sangat berat kondisinya,” jelasnya.

Masker juga disalurkan. Bantuan seperti dari PMI disalurkan melalui Dinas Kesehatan Lutra. Adapun status bencana ini tanggap darurat selama satu bulan.

Sedangkan, Kepala BPBD Lutra, Muslim Muchtar, mengatakan, hampir semua relawan baik Basarnas dan BPBD di empat kabupaten/kota di Luwu Raya membantu, demikian juga daerah lainnya.

“Fokus pada hari ini pada pencarian orang hilang, dari data yang ada 69 orang yang hilang kemudian yang ditemukan meninggal itu ada 24 orang, kemudian 5 diantaranya kita tidak terdeteksi. Oleh karena itu, kita fokus dibawah pimpinan Basarnas,” jelasnya.

Selanjutnya, pembersihan jalur Trans Sulawesi, terutama dalam rangka memobilisasi logistik sebagai kebutuhan dasar masyarakat terutama yang pengungsi.

Adapun jumlah titik pengungsian 39 titik. Yang disiapkan oleh Pemda kurang lebih 20 titik. Ini semua membutuhkan suplai makanan, baik makanan cepat saji maupun makanan berupa makanan yang bisa dimakan untuk 2-3 hari kedepan.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...