Kisah Haru Keluarga Arkam, Istri Selamat Berkat Firasat Almarhum Suami, Dua Anak Sempat Terserat Banjir

Keluarga Almarhum Bapak Arkam, salah satu dari ratusan korban banjir bandang di Masamba. (Dok. Palopo Pos)

FAJAR.CO.ID, MASAMBA– Malam naas itu, Keluarga Bapak Arkam sedang berkumpul usai melaksanakan salat Isya di kediaman yang sangat sederhana.

Mereka tidak menyangka jika banjir bandang akan menerjang kediamannya malam itu. Sebab mereka sudah terbiasa dengan banjir sebab sebelumnnya rumahnya yang berada di Pontaden, Kelurahan Bone Tua, Kecamatan Masamba itu hanya sampai di Pondasi.

Menurut Istri almarhum Bapak Arkam, sebelum banjir bandang datang, dirinya bersama empat anaknya yang masih kecil sudah menyelamatkan diri ke tempat yang lebih tinggi.

”Mungkin Almarhum bapak sudah tahu kalau akan ada banjir besar, karena sesaat sebelum banjir besar, saya dan empat anak saya disuruh pergi dari rumah, katanya biar dirinya jaga rumah,” ujar Rosmiati.

Anaknya yang berumur 15 tahun bernama Alkansa dan Umi Kulsum (14), tutur Rosmiaty juga sudah disuruh Alamarhum bapak pergi tinggalkan Rumah. Tapi dua anak perempuanya Itu lebih memilih tinggal bersama ayahnya di kediamannya.

”Dua anak saya itu tidak mau tinggalkan bapaknya, akhirnya rumah hanyut dihantam banjir bandang setinggi tiga meter. Termasuk anak dan suami saya,” tuturnya.

Saat banjir besar, cerita Rosmiati, almarhum masih sempat mendorong kedua anaknya ke tempat yang lebih aman, dan pada akhirnya menyelamatkan diri ke rumah tetangga dan naik diatas loteng. Tapi naas banjir semakin membesar dan membawa material kayu, mengakibatkan rumah permanen milik tetangga Itu roboh terbelah dua.

Komentar

Loading...