Masamba Masih Lumpuh, Pemerintah Fokus Tangani Korban Hilang dan Pengungsi

Pilih Mengungsi. Warga bersama tim search and rescue terus melakukan pencarian dan mengevakuasi korban banjir bandang di Kabupaten Luwu Utara, Rabu, 15 Juli. (HARIANDI HAFID / AFP)

FAJAR.CO.ID, MASAMBA– Roda ekonomi dan pelayanan pemerintahan di ibu kota Kabupaten Luwu Utara masih lumpuh. Pelayanan dan sektor ekonomi tidak bergerak stabil.

Kemarin, pelayanan di kantor-kantor pemerintahan belum pulih. Para pejabatnya dan staf di seluruh instansi masih sibuk evakuasi pasca bencana. Khawatir ada bencana susulan. Bahkan, seluruh relawan dan warga masih mencari tempat lebih aman.

Sembako dan barang bawaan langsung diamankan, Rabu, 15 Juli, pukul 22.35 Wita. “Air sungai naik lagi. Makanya kami mencari tempat mengungsi yang lebih aman,” kata seorang relawan bencana Lutra, Andi Nurhalisa.

Melalui pesan WhatsApp, ia mengatakan, banjir susulan dikhawatirkan terjadi. Apalagi, air sungai Masamba, Rongkong dan Radda tak kunjung surut. “Mohon doanya agar kami semua dilindungi,” ungkapnya. Situasi terasa mencekam. Seluruh aktivitas dihentikan sementara.

Semua warga dan relawan harus mencari tempat yang lebih aman. “Kami masih berkemas sekarang. Setelah ini baru ke lokasi yang lebih aman,” imbuhnya. Sementara itu, warga Kecamatan Malangke, Muh Fauzan mengatakan, seluruh warga sudah mengungsi.

Sebab, daerah paling rawan terkena dampak. Sebab, aliran sungai Rongkong dan Sungai Masamba bermuara di Malangke.

“Malangke dan Malangke Barat ini sangat rawan. Apalagi sejak tahun 2008, aliran sungai Rongkong sudah meluap ke Desa Limbung Wara. Bahkan ada satu dusun di sana terisolasi sampai sekarang. Penduduknya sudah meninggalkan desa itu,” katanya.

Komentar

Loading...