Massa Penolak RUU Omnibus Law Membubarkan Diri, Terdengar Suara Petasan

Aktivis Gerakan #BersihkanIndonesia membawa cermin saat mengikuti aksi di depan kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (14/7/2020). Aksi tersebut untuk menolak Omnibus Law RUU Cipta Kerja. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

FAJAR.CO.ID,JAKARTA — Massa yang menggelar aksi menolak RUU Cipta Kerja (Omnibus Law) di depan Gedung DPR/MPR, Jalan Gatot Soebroto, Jakarta, Kamis (16/7) akhirnya membubarkan diri sekitar pukul 19.15 WIB.

Aksi itu berakhir setelah perwakilan pengunjuk rasa ditemui oleh anggota DPR. Syahdan, massa berangsur-angsur meninggalkan area depan Kompleks Parlemen Senayan.

Mobil komando aksi pun perlahan-lahan bergerak menuju Jembatan Gerbang Pemuda untuk meninggalkan area demonstrasi. Namun, ada yang melakukan aksi kekerasan dengan melemparkan batu, botol, bahkan petasan ketika massa membubarkan diri.

Dari pantauan di lokasi, botol plastik bekas kemasan air melayang dari arah massa ke kepolisian yang menjaga aksi. Baca Juga: Aksi Tolak Omnibus Law Memanas, Massa Lempar Botol Plastik ke Arah Anggota Kepolisian Selanjutnya, massa tampak membakar logistik ataupun atribut unjuk rasa.

Kobaran api terlihat di beberapa titik Jalan Gatot Soebroto pada saat massa membubarkan diri. Namun, kepolisian tidak membalas aksi pelemparan botol plastik itu.

Petugas yang berjaga hanya berteriak dan meminta massa menghentikan aksi lempar botol itu dan membubarkan diri. Setelah massa mulai menjauh, polisi menyusuri Jalan Gatot Soebroto. Mereka menyisir kemungkinan massa bertahan di area sekitar Gedung DPR.

Saat penyisiran belum selesai, ada yang melemparkan petasan dari arah seberang Gedung DPR. Namun, pelempar mercon itu tak diketahui. Sebagai informasi, massa dari buruh, mahasiswa dan petani menggelar aksi menolak RUU Omnibus Law di depan Gedung DPR. Mereka menganggap RUU itu hanya menguntungkan pengusaha dan akan merugikan kaum buruh.

Komentar

Loading...